Pembacaan Firman Tuhan
Minggu Sengsara II
Filipi 2:1-11
Tema : Teladan Kristus
Shalom,
Kitab Filipi adalah salah satu surat yang ditulis oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Filipi, sebuah kota di Makedonia (sekarang bagian dari Yunani). Filipi adalah kota yang pertama kali menerima pemberitaan Injil di Eropa, sebagaimana tercatat dalam Kisah Para Rasul 16:9-15. Jemaat Filipi dikenal sebagai jemaat yang setia dan sangat mendukung pelayanan Paulus, bahkan mereka memberikan bantuan materi kepada Paulus beberapa kali (Filipi 4:15-16). Paulus menulis surat ini sekitar tahun 61-62 M ketika ia berada dalam penjara di Roma, menunggu proses pengadilannya. Meskipun berada dalam kondisi yang sulit, surat ini berisi banyak ungkapan sukacita dan penghiburan. Saat Paulus berada dalam penahanan rumah di Roma. Ini adalah masa yang penuh tantangan bagi Paulus, namun surat ini menunjukkan betapa ia tetap penuh sukacita dan harapan meskipun dalam kesulitan. Surat ini ditujukan untuk menguatkan jemaat Filipi dalam iman mereka dan memberikan nasihat untuk hidup bersama dalam kesatuan dan kerendahan hati.
Saudaraku,
Filipi 2:1-11 mengundang kita untuk merenungkan kedalaman kasih dan kerendahan hati Kristus yang penuh pengorbanan, terutama menjelang peringatan penderitaan-Nya di kayu salib. Dalam ayat Firman Tuhan saat ini kita dapat melihat beberapa hal dari setiap ayat Firman Tuhan yang kita baca:
- Filipi 2:1-2 membuka dengan panggilan untuk hidup dalam persatuan dan kasih, yang seharusnya menjadi inti dari hidup orang percaya. Paulus mengingatkan bahwa dalam kasih Kristus, kita dipanggil untuk memiliki persatuan dan saling menguatkan dalam roh. Ini adalah dasar bagi hidup yang memuliakan Tuhan, yang tidak mungkin tercapai jika kita hanya mementingkan diri sendiri.
- Filipi 2:3-4 menekankan pentingnya kerendahan hati, dengan memandang kepentingan orang lain lebih tinggi dari kepentingan diri sendiri. Ini adalah pengajaran yang sangat relevan ketika kita merenungkan Minggu Sengsara. Kristus, meskipun adalah Raja, merendahkan diri-Nya untuk melayani umat manusia. Kita diingatkan untuk menanggalkan ego dan hidup dengan penuh perhatian terhadap sesama, seperti yang telah ditunjukkan oleh Kristus.
- Filipi 2:5-8 mengingatkan kita akan teladan Kristus yang sempurna. Dalam penderitaan-Nya, Kristus tidak hanya menunjukkan kerendahan hati, tetapi juga ketaatan yang luar biasa, bahkan sampai mati di kayu salib. Ayat-ayat ini menggambarkan pengorbanan terbesar dalam sejarah: Allah yang Maha Tinggi menjadi manusia, dan dalam keadaan sebagai manusia, Dia rela menderita dan mati demi keselamatan umat manusia. Ini adalah panggilan bagi kita untuk meneladani sikap Kristus, yang lebih memilih menyerahkan diri demi kebaikan orang lain.
- Filipi 2:9-11 menunjukkan buah dari ketaatan dan kerendahan hati Kristus. Karena ketaatan-Nya yang sempurna, Allah memberikan kepada-Nya nama yang lebih tinggi dari segala nama. Ini mengingatkan kita bahwa melalui penderitaan dan pengorbanan, kemuliaan Allah tercapai. Kristus tidak hanya merendahkan diri-Nya, tetapi melalui penyaliban-Nya, Dia diberi kuasa atas segala sesuatu, dan suatu hari setiap lutut akan sujud dan setiap lidah mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan.
Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus,
Dalam konteks minggu sengsara kedua saat ini, Kitab Filipi 2:1-11 mengajak kita untuk merenungkan kedalaman kasih Kristus yang telah merendahkan diri-Nya untuk menyelamatkan kita. Melalui penderitaan-Nya, kita diberi teladan hidup yang penuh kasih dan kerendahan hati. Panggilan kita sebagai pengikut Kristus adalah untuk meneladani sikap-Nya: hidup dalam kerendahan hati, mengutamakan kepentingan orang lain, dan taat sepenuhnya kepada kehendak Allah. Dalam segala pengorbanan dan penderitaan kita, kita bisa menemukan kemuliaan yang lebih besar yang datang dari Allah.
Selamat memaknai minggu sengsara Tuhan Yesus yang kedua. Amin




