Renungan harian
Selasa, 3 Juni 2025
Pembacaan Firman Tuhan: Mazmur 111:10
Tema: Hikmat Sejati Dimulai dari Takut akan Tuhan
Shalom, saudara-saudari yang dikasihi Tuhan.
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah karena anugerah dan penyertaan-Nya yang senantiasa baru setiap pagi. Hari ini, kita kembali diberi kesempatan untuk merenungkan firman Tuhan yang terdapat dalam Mazmur 111:10, yang berbicara tentang hikmat sejati dan bagaimana kita dapat memilikinya.
Di tengah dunia yang penuh dengan informasi, pendidikan, dan kepintaran manusia, Alkitab mengingatkan kita bahwa hikmat yang sejati tidak berawal dari kepandaian, gelar, atau pengalaman semata, melainkan dari takut akan Tuhan.
Saudaraku,
Mari merenungkan bagian Firman Tuhan saat ini,
1. Apa artinya “takut akan Tuhan”?
Takut akan Tuhan bukan berarti hidup dalam ketakutan seperti seorang hamba yang takut akan hukuman majikannya. Takut akan Tuhan berarti menghormati, mengasihi, dan menjunjung tinggi kehendak-Nya di atas segalanya. Ini adalah sikap hati yang penuh kerendahan, tunduk, dan percaya kepada kedaulatan Allah.
Orang yang takut akan Tuhan akan:
- Menghindari dosa, karena sadar akan kekudusan Allah.
- Mencari kehendak Tuhan lebih dari keinginannya sendiri.
- Hidup dalam ketaatan, walaupun itu menyulitkan.
2. Takut akan Tuhan sebagai permulaan hikmat
Mazmur 111:10 menegaskan bahwa hikmat dimulai dari takut akan Tuhan. Ini berarti, tanpa takut akan Tuhan, seseorang hanya akan memiliki kepintaran duniawi, tetapi tidak memiliki pengertian rohani. Hikmat dalam Alkitab bukan hanya soal tahu apa yang benar dan salah, tapi mengerti kehendak Allah dan mampu mengambil keputusan yang menyenangkan hati-Nya. Contoh nyata dari ini adalah kehidupan Salomo. Ia meminta hikmat kepada Tuhan (1 Raja-Raja 3), dan Tuhan memberikannya karena hatinya takut akan Tuhan pada awal pemerintahannya. Namun ketika Salomo mulai menyimpang dari takut akan Tuhan, hikmatnya pun tidak lagi memimpin hidupnya.
3. Buah dari hidup dalam takut akan Tuhan
Mazmur 111:10 juga mengatakan: “semua orang yang melakukannya berakal budi.” Ini berarti bahwa hikmat bukan hanya untuk diketahui, tetapi untuk dilakukan. Orang yang hidup dalam takut akan Tuhan akan:
* Menjadi teladan dalam integritas.
* Memiliki relasi yang benar dengan sesama dan Allah.
* Menjalani hidup dengan damai dan penuh makna.
Dan akhirnya, ayat ini ditutup dengan kalimat yang kuat: “Puji-pujian kepada-Nya tetap untuk selamanya.” Ini mengingatkan kita bahwa hidup dalam takut akan Tuhan membawa kemuliaan bagi Allah dan itu kekal.
Saudara-saudari yang terkasih,
Di tengah dunia yang sering menilai keberhasilan dari seberapa cerdas, kaya, atau berpengaruhnya seseorang, Firman Tuhan mengajarkan bahwa hikmat sejati berakar pada takut akan Tuhan..Mari kita periksa hati kita hari ini. Apakah kita sungguh hidup dalam takut akan Tuhan? Apakah kita mencari kehendak-Nya dalam setiap keputusan hidup kita? Kiranya kita terus bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan, dan membiarkan hidup kita dipenuhi oleh hikmat yang berasal dari Dia. Dengan demikian, hidup kita akan memuliakan Tuhan, dan kita akan mengalami damai sejahtera.
Amin.




