Renungan harian Jumat, 4 Juli 2025
Pembacaan Firman Tuhan: Lukas 6:49
Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan, Dalam kehidupan rohani kita, sering kali kita merasa cukup hanya dengan mendengar firman Tuhan setiap minggu, membaca Alkitab sesekali, atau bahkan ikut pelayanan di gereja namun firman hari ini, dari Lukas 6:49, memberikan peringatan keras dan sangat penting bahwa mendengar firman tanpa melakukannya sama dengan membangun rumah tanpa dasar; artinya, apa pun yang kita bangun dalam hidup ini akan hancur saat badai datang, karena tidak berdiri di atas landasan yang kokoh, yaitu ketaatan kepada kehendak Allah.
Saudaraku,
Yesus dalam Lukas 6:49 menyampaikan perumpamaan yang sangat jelas dan tajam “Tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di tanah tanpa dasar; ketika banjir melanda rumah itu, rumah itu segera roboh dan hebatlah kerusakannya.” Di sini Yesus sedang membedakan dua tipe orang percaya bukan antara yang percaya dan yang tidak percaya, tetapi antara mereka yang mendengar dan melakukan firman, dan mereka yang mendengar tetapi tidak melakukan. Perhatikan bahwa kedua orang itu sama-sama mendengar firman. Artinya, mereka mungkin sama-sama rajin ke gereja, sama-sama aktif dalam komunitas rohani, bahkan mungkin sama-sama tahu isi Alkitab. Tetapi perbedaan mendasarnya adalah ketaatan apakah ia hanya menjadi pendengar pasif, atau ia menjadikan firman itu sebagai dasar hidupnya? Rumah yang dibangun tanpa dasar mungkin tampak bagus dari luar. Ia bisa berdiri megah dan indah dalam cuaca yang tenang. Tetapi begitu datang banjir simbol dari ujian hidup, pencobaan, penderitaan, dan kesulitan rumah itu roboh dengan hebat. Artinya, iman yang tidak disertai perbuatan atau ketaatan sejati kepada Tuhan adalah iman yang rapuh, yang tidak akan bertahan ketika kehidupan mengguncang kita. Yesus tidak sedang berbicara tentang kehancuran bangunan fisik, tetapi kehancuran kehidupan rohani, moral, dan bahkan keselamatan seseorang. Orang yang mendengar firman tetapi mengabaikannya sedang menipu dirinya sendiri ia hidup dalam ilusi bahwa ia dekat dengan Tuhan, padahal sebenarnya ia sedang membangun hidupnya di atas pasir.
Saudara-saudari,
pesan Yesus dalam Lukas 6:49 sangat jelas bahwa fondasi hidup rohani yang kokoh hanya bisa dibangun di atas ketaatan kepada firman Tuhan. Bukan hanya mendengar, tetapi melakukan. Bukan hanya tahu yang benar, tetapi hidup dalam kebenaran itu. Hari ini kita diajak untuk memeriksa kembali dasar dari hidup kita apakah hidup kita benar-benar berakar dalam Kristus, atau hanya tampak religius di permukaan? Sebab hanya mereka yang membangun hidupnya di atas batu, yaitu kebenaran firman Tuhan yang dilakukan dengan setia, yang akan tetap berdiri ketika badai datang. Kiranya kita semua dimampukan oleh Roh Kudus untuk bukan hanya menjadi pendengar, tetapi pelaku firman, sehingga hidup kita teguh dan tidak tergoyahkan, sampai akhir. Amin




