SINODE GKLB Renungan Renungan harian Kamis, 10 Juli 2023

Renungan harian Kamis, 10 Juli 2023

Renungan harian

Kamis, 10 Juli 2023

Pembacaan Firman Tuhan: Yakobus 1:22

Salam sejahtera,

Dalam kehidupan rohani, sering kali kita merasa cukup hanya dengan mendengar firman Tuhan setiap minggu di gereja, atau membaca Alkitab setiap hari sebagai rutinitas. Namun, apakah hanya dengan mendengar saja kita sudah menjadi murid Kristus yang sejati? Yakobus 1:22 dengan tegas mengingatkan kita, “hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.” Ayat ini mengajak kita merenungkan ulang apakah kita sungguh-sungguh menghidupi firman yang kita dengar? Ini

Saudaraku,

Yakobus tidak sedang berbicara kepada orang-orang yang tidak mengenal firman, tetapi kepada mereka yang telah akrab dengan ajaran Tuhan. Artinya, bahaya terbesar bukan hanya berasal dari ketidaktahuan, tetapi dari sikap pasif terhadap kebenaran yang sudah kita ketahui. Mendengar firman tanpa melakukannya seperti seseorang yang melihat wajahnya di cermin lalu pergi dan segera lupa seperti apa dirinya. Sering kali kita merasa sudah cukup rohani hanya karena kita rajin datang ke ibadah, mengikuti persekutuan, atau mendengarkan khotbah dengan baik. Namun, Yakobus menantang kita untuk melangkah lebih jauh dari pendengar menjadi pelaku. Menjadi pelaku firman berarti membiarkan firman itu mengubah cara kita berpikir, berbicara, bertindak, bahkan bersikap dalam keseharian kita. Itu berarti kita mengampuni ketika dunia mengajarkan untuk membalas, memberi ketika dunia berkata simpanlah, dan mencintai ketika dunia lebih memilih membenci. Tantangan utama menjadi pelaku firman adalah konsistensi dan ketaatan dalam praktik. Dunia tempat kita hidup penuh dengan tekanan, kompromi, dan godaan untuk hidup menurut standar manusia. Namun, firman Tuhan tidak hanya untuk didengar di hari Minggu, tetapi untuk dijalankan setiap hari, di rumah, di tempat kerja, dan di tengah masyarakat. Ketaatan kepada firman bukan sekedar teori, tetapi bukti nyata dari iman yang hidup.

Saudaraku,

Yakobus 1:22 adalah panggilan bagi setiap orang percaya untuk hidup dalam integritas rohani. Kita tidak dipanggil hanya untuk menjadi pengamat kebenaran, tetapi pelaku kebenaran itu sendiri. Karena hanya dengan menjadi pelaku firman, kita menunjukkan bahwa iman kita sungguh hidup dan berakar dalam Kristus. Kiranya setiap firman yang kita dengar tidak berhenti di telinga, tetapi turun ke hati dan diwujudkan dalam tindakan. Mari kita berhenti menipu diri sendiri, dan mulai menjalani hidup yang sejati sebagai anak-anak terang bukan hanya pendengar, tetapi pelaku firman Tuhan. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post