Khotbah ibadah Minggu, 4 Januari 2026 ( GKLB )
Bacaan Alkitab : Mazmur 90:1-2
Tema : Memulai Tahun Baru dengan Kesetiaan Tuhan
Salam Sejahtera,
Kita telah meninggalkan satu tahun di belakang, dan kini berdiri di awal tahun yang baru. Setiap pergantian tahun membawa perasaan campur aduk ada rasa syukur, harapan, tetapi juga mungkin ada kecemasan dan ketidakpastian. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di tahun yang baru ini. Namun satu hal yang pasti Tuhan yang setia tetap sama dari dulu, sekarang, dan sampai selama-lamanya. Dan memasuki bulan yang baru Tema besar renungan dalam bulan ini adalah “ Kesetiaan Tuhan “. Ketika dunia terus berubah, waktu terus bergulir, dan manusia datang dan pergi, Tuhan tetap menjadi satu-satunya tempat yang tidak terguncang. Mazmur 90:1–2 mengingatkan kita bahwa di tengah ketidakpastian dunia, kesetiaan Tuhan adalah rumah yang aman bagi setiap generasi. Tahun berganti, tetapi kasih setia Tuhan tidak pernah berakhir. Itulah alasan mengapa kita boleh memulai tahun ini bukan dengan takut, melainkan dengan iman dan pengharapan baru, karena kita percaya bahwa Tuhan yang memegang masa lalu juga memegang masa depan kita.
Saudaraku,
Mazmur 90 dikenal sebagai doa Musa, hamba Tuhan. Ini adalah satu-satunya mazmur yang ditulis oleh Musa, dan mungkin merupakan mazmur tertua dalam seluruh Kitab Mazmur. Doa ini muncul di tengah perjalanan bangsa Israel di padang gurun masa yang penuh dengan penderitaan, ketidaktaatan, dan kematian. Selama empat puluh tahun, Musa menyaksikan generasi demi generasi gugur di padang belantara karena ketidakpercayaan mereka kepada Tuhan. Dalam situasi yang melelahkan dan menekan itu, Musa merenungkan tentang kefanaan manusia dan kebesaran Tuhan yang kekal. Ia menyadari bahwa manusia seperti rumput yang cepat layu, tetapi Tuhan tetap selama-lamanya. Maka ia berkata dengan iman yang teguh, “Tuhan, Engkaulah tempat perteduhan kami turun-temurun.” Artinya, di tengah perjalanan hidup yang tidak menentu, Tuhan tetap menjadi tempat berlindung yang pasti. Mazmur 90 bukan sekadar nyanyian tentang waktu yang berlalu, tetapi sebuah doa yang mengajarkan kita untuk memandang hidup dari perspektif kekekalan dan bersandar pada kesetiaan Tuhan yang tidak berubah.
Mari merenungkan Firman Tuhan ini,
1. Kesetiaan Tuhan Menjadi Tempat Perlindungan di Tengah Perubahan
Ketika Musa berkata, “Engkaulah tempat perteduhan kami,” ia mengakui bahwa tidak ada tempat lain yang benar-benar aman selain Tuhan sendiri. Dunia ini terus berubah manusia bisa mengecewakan, keadaan bisa berubah dalam sekejap, tetapi Tuhan tidak pernah berubah. Dalam setiap pergantian musim kehidupan, kesetiaan Tuhan menjadi rumah bagi jiwa yang letih.
Memasuki tahun yang baru, kita mungkin dihadapkan pada banyak hal yang belum pasti: tantangan ekonomi, kesehatan, relasi, bahkan pelayanan. Namun jika kita menjadikan Tuhan tempat perteduhan, kita tidak akan goyah, sebab Ia adalah dasar yang kokoh dan perlindungan yang sejati. Tahun boleh berganti, tetapi kasih setia Tuhan tidak akan pernah berubah.
2. Kesetiaan Tuhan Melampaui Batas Waktu dan Sejarah
Ayat 2 berkata, “Sebelum gunung-gunung dilahirkan… dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah.”Musa mengajak kita melihat Tuhan dari perspektif kekekalan bahwa Ia sudah ada jauh sebelum dunia diciptakan, dan Ia akan tetap ada setelah segala sesuatu berlalu.
Artinya, kesetiaan Tuhan tidak dibatasi oleh waktu, zaman, atau generasi. Tuhan yang menuntun Musa di padang gurun adalah Tuhan yang sama yang menuntun kita hari ini. Ia tidak berubah meskipun dunia berubah. Ia tetap setia pada janji-Nya, tetap memegang tangan kita, dan tetap menyertai umat-Nya dari generasi ke generasi. Di sinilah sumber harapan kita di tahun baru: masa depan kita aman karena Tuhan yang kekal memegang kendali. Kita boleh tenang sebab waktu dan hidup kita ada di tangan Tuhan yang setia.
3. Kesetiaan Tuhan Memberi Harapan untuk Melangkah ke Depan
Ketika kita menatap tahun yang baru, kita sering membawa beban masa lalu kegagalan, luka, penyesalan, atau bahkan kehilangan. Tetapi kesetiaan Tuhan memberi kita kekuatan untuk melangkah ke depan dengan harapan baru. Kesetiaan Tuhan bukan hanya tentang masa lalu yang Ia pelihara, tetapi juga tentang masa depan yang Ia janjikan. Tuhan yang memelihara kita hingga hari ini tidak akan meninggalkan kita di tahun yang akan datang. Ia tetap menjadi Allah yang menyediakan, menyertai, dan menuntun. Maka, memulai tahun baru bukan sekadar membuat rencana dan tekad manusiawi, tetapi meneguhkan hati bahwa apa pun yang terjadi, Tuhan tetap setia, dan kesetiaan-Nya adalah harapan baru bagi kita.
Saudaraku,
Mazmur 90:1–2 mengajarkan bahwa di tengah dunia yang berubah, Tuhan tetap sama. Ia adalah tempat perlindungan yang tidak tergoyahkan, Allah yang kekal, dan sumber harapan yang baru setiap pagi. Ketika kita menatap hari-hari ke depan, biarlah kita tidak berjalan dengan kekuatan sendiri, tetapi dengan keyakinan penuh bahwa kesetiaan Tuhan akan memimpin setiap langkah kita. Tahun boleh berganti, tetapi Tuhan tetap setia; musim boleh berubah, tetapi kasih-Nya tidak berkesudahan. Mari kita memulai tahun yang baru dengan iman yang teguh dan hati yang bersyukur, sebab di balik setiap hari yang akan kita jalani, ada tangan Tuhan yang memegang dan memimpin kita. Kiranya kesetiaan Tuhan menjadi harapan baru bagi setiap keluarga, jemaat, dan pelayanan di tahun yang baru ini.
Amin




