Renungan harian
Selasa, 8 September 2026
Bacaan Alkitab: Mazmur 69:18
Salam Sejahtera,
Mazmur 69:17 berkata: “Jawablah aku, ya TUHAN, sebab sungguh baik kasih setia-Mu, berpalinglah kepadaku menurut rahmat-Mu yang besar!” Ayat ini lahir dari seruan seseorang yang sedang berada dalam kesesakan. Pemazmur tidak menyembunyikan pergumulannya dari Tuhan. Ia datang dengan hati yang terbuka dan memohon agar Tuhan mendengar serta menjawab doanya. Ini mengingatkan kita bahwa dalam keadaan sulit, kita tidak perlu berpura-pura kuat di hadapan Tuhan. Kita boleh datang dengan segala air mata, ketakutan, kebingungan, dan kelemahan kita. Tuhan tidak menolak hati yang sungguh-sungguh mencari-Nya. Justru dalam keadaan seperti itulah kita belajar bahwa kasih setia Tuhan menjadi tempat kita berpegang.
Saudaraku,
Sering kali ketika doa kita belum mendapat jawaban seperti yang kita harapkan, kita mulai bertanya apakah Tuhan masih mendengar. Kita merasa seolah-olah Tuhan jauh dan tidak memperhatikan keadaan kita. Namun Mazmur 69:17 mengajarkan bahwa kita harus tetap memanggil Tuhan. Pemazmur mendasarkan permohonannya bukan pada kekuatannya sendiri, melainkan pada kasih setia dan rahmat Tuhan. Ada keyakinan bahwa Tuhan adalah Allah yang baik dan penuh belas kasihan. Karena itu, sekalipun keadaan belum berubah, jangan berhenti berdoa. Sekalipun jawaban Tuhan belum terlihat, jangan berhenti berharap. Ada saat ketika Tuhan menjawab dengan mengubah keadaan, tetapi ada juga saat Tuhan terlebih dahulu menguatkan hati kita agar mampu melewati keadaan tersebut.
Saudaraku,
Hari ini, apa pun yang sedang kita hadapi, mari datang kepada Tuhan dengan keyakinan bahwa kasih setia-Nya tidak pernah habis. Jangan biarkan persoalan membuat kita menjauh dari Tuhan. Sebaliknya, jadikan setiap pergumulan sebagai kesempatan untuk semakin dekat kepada-Nya. Mungkin kita belum melihat jalan keluar, tetapi kita percaya Tuhan melihat seluruh perjalanan hidup kita. Mungkin kita belum menerima jawaban atas doa, tetapi kita percaya Tuhan tidak pernah mengabaikan seruan umat-Nya. Tetaplah berdoa, tetaplah percaya, dan tetaplah berharap. Sebab ketika kita berseru kepada Tuhan, kita tidak sedang berbicara kepada Pribadi yang jauh, melainkan kepada Allah yang penuh rahmat, yang mendengar, menyertai, dan pada waktu-Nya memberikan pertolongan yang terbaik. Amin




