SINODE GKLB Renungan Renungan harian Sabtu, 19 September 2026

Renungan harian Sabtu, 19 September 2026

Renungan harian

Sabtu, 19 September 2026

 

Bacaan Alkitab: Mazmur 16:2

 

Salam Sejahtera,

Setiap hari kita menerima begitu banyak kebaikan dari Tuhan. Kita bangun pada pagi hari, masih diberikan kesempatan untuk hidup, dapat beraktivitas, bertemu dengan orang-orang yang kita kasihi, serta menyelesaikan berbagai tanggung jawab. Sering kali kita menikmati semua itu tanpa menyadari bahwa di balik setiap kebaikan tersebut ada Tuhan yang terus memelihara kehidupan kita. Mazmur 16:2 menunjukkan hati pemazmur yang menyadari bahwa Tuhan bukan hanya pemberi berkat, tetapi Tuhan sendiri adalah bagian yang paling berharga dalam hidupnya. Karena itu ia berkata, “Engkaulah Tuhanku.” Pengakuan ini menunjukkan hubungan yang dekat dan pribadi dengan Tuhan, sekaligus kesadaran bahwa tidak ada sesuatu pun yang dapat menggantikan posisi Tuhan dalam kehidupannya.

 

Saudaraku,

Dalam perjalanan hidup, kita memang membutuhkan banyak hal. Kita membutuhkan pekerjaan, keluarga, kesehatan, kecukupan, sahabat, dan berbagai hal lainnya. Kita boleh berusaha untuk mendapatkannya dan bersyukur ketika Tuhan memberikannya. Namun, jangan sampai berkat membuat kita melupakan Sang Pemberi berkat. Sebab keadaan hidup dapat berubah; apa yang kita miliki hari ini belum tentu kita miliki selamanya. Ada saatnya kita mengalami keberhasilan, tetapi ada juga saatnya kita menghadapi kesulitan dan kekecewaan. Di tengah semua perubahan itu, Tuhan tetap menjadi tempat kita berharap. Ketika kita memiliki banyak hal, jangan menjauh dari Tuhan; ketika kita sedang kekurangan, jangan kehilangan iman. Justru dalam setiap keadaan kita belajar berkata, “Tuhan, Engkaulah yang terutama dalam hidupku.”

 

Saudaraku,

Karena itu, marilah kita mengawali dan menjalani hari ini dengan hati yang tertuju kepada Tuhan. Bersyukurlah untuk setiap hal yang Tuhan berikan, sekecil apa pun itu. Jangan hanya mencari tangan Tuhan yang memberi berkat, tetapi carilah wajah Tuhan dan bangunlah hubungan yang semakin dekat dengan-Nya. Ketika Tuhan menjadi yang terutama, hati kita akan belajar merasa cukup, tidak mudah dikuasai kekhawatiran, dan tetap memiliki pengharapan sekalipun keadaan belum sesuai dengan yang kita harapkan. Kiranya setiap hari kita dapat berkata dengan sungguh-sungguh: “Tuhan, Engkaulah Tuhanku. Semua yang baik dalam hidupku berasal dari-Mu, dan tanpa-Mu hidupku tidak berarti.” Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post