Renungan Harian
Sabtu, 19 April 2025
Pembacaan Firman Tuhan: Matius 27:63
Salam Sejahtera,
Perkataan ini muncul dari mulut para imam kepala dan orang Farisi, tokoh-tokoh agama yang menolak dan menentang Yesus sejak awal pelayanan-Nya. Menariknya, mereka tidak hanya tahu apa yang dikatakan Yesus, tetapi mengingatnya dengan detail: “Sesudah tiga hari Aku akan bangkit.” Mereka tidak percaya Yesus adalah Mesias, tetapi mereka cukup khawatir bahwa janji-Nya bisa menjadi kenyataan.
Saudaraku,
Ironi terjadi di sini: para penentang Yesus mengingat perkataan-Nya, sementara para murid justru lupa dan ketakutan, sembunyi dalam bayang-bayang ketidakpastian setelah penyaliban. Bukankah ini sering terjadi dalam kehidupan kita juga? Saat badai datang, saat doa tak kunjung dijawab, kita mudah melupakan janji Tuhan dan tenggelam dalam rasa takut. Namun ayat ini juga memberi pesan kuat: Perkataan Tuhan tidak pernah sia-sia. Bahkan musuh-Nya pun merasa terganggu oleh kuasa perkataan itu. Mereka tahu ada kekuatan di balik janji-Nya. Kita yang percaya kepada-Nya seharusnya lebih teguh memegang janji-Nya, lebih dalam daripada sekadar mengingat tetapi kita dipanggil untuk percaya.
Saudaraku,
Aplikasi renungan ini dalam hidup kita:
- Ingat dan pegang janji Tuhan. Jangan hanya tahu Firman Tuhan secara teori, tetapi biarkan itu hidup dalam hatimu
- Percaya walau belum melihat. Iman bukan soal melihat hasil langsung, tetapi keyakinan bahwa Tuhan sedang bekerja, bahkan dalam keheningan.
- Jangan biarkan keraguan lebih kuat dari keyakinan. Bila orang yang menolak Yesus bisa ingat janji-Nya, kita yang mengasihi-Nya seharusnya lebih lagi percaya dan berharap.
Saudaraku,
Matius 27:63 mengingatkan kita bahwa janji Tuhan termasuk janji kebangkitan tidak pernah sia-sia. Bahkan orang-orang yang menolak Yesus bisa mengingat perkataan-Nya, meski mereka tidak percaya. Kita, sebagai orang percaya, dipanggil bukan hanya untuk mengingat Firman Tuhan, tapi juga untuk sungguh mempercayainya dan hidup dalam keyakinan akan kuasa-Nya. Saat situasi terasa gelap dan harapan seolah hilang, tetaplah berpegang pada janji-Nya, karena Tuhan setia dan perkataan-Nya pasti digenapi. Amin




