SINODE GKLB Renungan Renungan harian Senin, 5 Mei 2025

Renungan harian Senin, 5 Mei 2025

Renungan harian

Senin, 5 Mei 202

Pembacaan Firman Tuhan: Amsal 13:12

Shalom,

Dalam hidup ini setiap orang memiliki harapan. Harapan bisa berbentuk impian jangka panjang, doa yang terus dipanjatkan, atau keinginan sederhana yang memberi semangat dalam menjalani hari. Namun, apa yang terjadi ketika harapan itu tak kunjung tercapai?

Penulis Amsal dengan jujur menyatakan kenyataan hidup “Harapan yang tertunda menyedihkan hati.”

Penundaan sering kali menguji kesabaran dan iman kita. Ketika doa yang kita panjatkan seolah tak mendapat jawaban, ketika pintu yang kita harapkan terbuka malah tetap tertutup rapat, hati kita bisa menjadi lelah. Bahkan, kita mulai bertanya: Apakah Tuhan mendengar ku? Apakah harapanku salah? Apakah aku harus menyerah?

Saudaraku,

Tuhan tidak menutup mata terhadap harapan kita. Dia tahu sedalam apa luka yang ditimbulkan oleh penundaan. Namun di sisi lain, Tuhan juga tahu waktu yang tepat. Yang bagi kita tampak seperti penundaan, sering kali adalah cara Tuhan mempersiapkan hati kita untuk menerima yang terbaik, bukan hanya yang tercepat.

Lihatlah bagian kedua dari ayat ini:

“Keinginan yang terpenuhi adalah pohon kehidupan.”

  1. Ketika waktu Tuhan datang dan keinginan itu akhirnya dikabulkan, hasilnya bukan hanya sukacita sesaat, melainkan kehidupan yang diperbarui. Seperti pohon kehidupan, penggenapan harapan itu memberi kekuatan baru, menyegarkan jiwa, dan memperkuat kepercayaan kita pada Tuhan.

Saudaraku,

Mungkin saat ini kamu sedang berada dalam masa penantian. Harapanmu tertunda, Impianmu belum terjadi, tapi ingatlah ini: Tuhan tidak pernah terburu-buru, dan tidak pernah terlambat. Dia sedang bekerja, baik dalam situasi di sekitarmu, maupun dalam hatimu. Dia mengajarkanmu untuk berharap bukan hanya kepada jawaban, tetapi kepada Pribadi yang memberi jawaban.

Penundaan bukanlah penolakan. Dan ketika waktunya tiba, engkau akan berkata: “Tuhan benar-benar baik. Ia tidak hanya menjawab doaku, tapi juga membentuk aku menjadi pribadi yang lebih kuat.” Tuhan Yesus Memberkati. Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post