SINODE GKLB Renungan Renungan harian Senin, 16 Juni 2025

Renungan harian Senin, 16 Juni 2025

Renungan harian

Senin, 16 Juni 2025

Pembacaan Firman Tuhan: Efesus 4:4-6

Saudara-saudari dikasihi Tuhan,

Kita hidup di dunia yang semakin terpecah oleh politik, budaya, bahkan oleh denominasi dan perbedaan pandangan teologi. Namun, dalam Kristus, kita dipanggil bukan untuk menjadi sama, tetapi untuk hidup dalam kesatuan. Kesatuan ini bukan hasil usaha manusia, tetapi karya Tritunggal Allah dalam tubuh Kristus, yaitu gereja. Rasul Paulus, dalam suratnya kepada jemaat di Efesus, menegaskan bahwa dasar dari kesatuan orang percaya adalah Allah Tritunggal: Roh Kudus, Tuhan Yesus Kristus, dan Allah Bapa.

Saudaraku,

Mari melihat beberapa penjelasan praktis dari ayat firman Tuhan saat ini:

Ayat 4 ” satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu”

Satu tubuh: Mengacu pada tubuh Kristus, yaitu Gereja. Kita bukan individu yang berdiri sendiri, tetapi bagian dari satu tubuh yang hidup.

Satu Roh: Roh Kudus adalah yang mempersatukan semua anggota tubuh. Kita semua dibaptis dalam satu Roh (1 Korintus 12:13).

Satu pengharapan: Semua orang percaya memiliki satu tujuan, yaitu pengharapan kekal di dalam Kristus. Ini adalah motivasi dan kekuatan hidup rohani kita.

Aplikasinya adalah Jika kita mengaku satu tubuh, mari kita berhenti membandingkan diri dan mulai saling melengkapi dalam kasih.

Ayat 5: ” Satu Tuhan, satu iman, satu baptisan”

Satu Tuhan: Merujuk pada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Tidak ada keselamatan di luar Dia (Kisah 4:12).

Satu iman: Iman yang menyelamatkan, yaitu percaya kepada Yesus sebagai Tuhan yang bangkit dan hidup.

Satu baptisan: Bukan soal bentuk baptisan, tetapi makna dibalik dari Baptisan

Aplikasinya bagi kehidupan kita adalah kita dipanggil untuk menaruh iman yang satu kepada Tuhan yang satu bukan pada sistem keagamaan, tetapi pada pribadi Kristus.

Ayat 6: Satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua”

Satu Allah dan Bapa: Bapa dari semua orang percaya. Ini menunjukkan keintiman hubungan kita dengan Allah.

Di atas semua: Allah Bapa berdaulat, memerintah atas segala sesuatu.

Oleh semua: Allah bekerja melalui kita, memakai umat-Nya untuk menyatakan kasih dan kehendak-Nya.

Di dalam semua: Hadirat Allah tinggal di dalam kita oleh Roh-Nya.

Aplikasi dari ayat ini adalah, Kita bukan hidup untuk diri sendiri, tetapi dipanggil menjadi perpanjangan tangan Bapa dalam dunia ini.

Saudara-saudari yang terkasih,

Efesus 4:4-6 bukan hanya ajakan untuk bersatu, tetapi sebuah deklarasi tentang siapa kita di dalam Allah Tritunggal:

Roh Kudus menyatukan kita sebagai satu tubuh.

Tuhan Yesus menyelamatkan kita dan menjadi dasar iman kita.

Allah Bapa memerintah, berkarya, dan tinggal dalam hidup kita.

Karena itu, mari kita hidup dalam kesatuan, bukan karena kesamaan, tapi karena kita disatukan oleh satu Roh, satu Tuhan, dan satu Bapa. Biarlah gereja-Nya menjadi saksi dari kasih dan kuasa Allah yang menyatukan segala perbedaan. Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post