Renungan harian
Selasa, 1 Juli 2025
Pembacaan Firman Tuhan: Amsal 16:3
Shalom,
Dalam hidup yang penuh ketidakpastian ini, kita sering mendapati diri kita disibukkan oleh berbagai rencana. Kita merancang masa depan, menentukan target, menyusun strategi hal itu tidak salah. Tuhan pun memberi kita hikmat dan akal budi untuk berpikir jauh ke depan. Namun, ada satu prinsip penting yang sering kali kita lupakan yaitu menyerahkan segala sesuatu kepada Tuhan. Amsal 16:3 adalah ajakan yang sederhana namun dalam: “Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu.” Ayat ini bukan sekedar nasihat rohani hal ini adalah dasar iman yang kokoh. Menyerahkan bukan berarti menyerah. Menyerahkan bukan berarti pasif. Justru, ini adalah bentuk kepercayaan tertinggi kepada Allah bahwa meskipun kita melakukan bagian kita, pada akhirnya, hasil ada di tangan-Nya.
Saudaraku,
Dalam bahasa Ibrani, kata “serahkan” (galal) memiliki arti “menggulingkan” atau “menggelindingkan.” Bayangkan kita menggulingkan beban berat dari pundak kita dan meletakkannya ke tangan yang jauh lebih kuat. Menyerahkan perbuatan kita kepada Tuhan berarti memindahkan beban tanggung jawab akhir dari kita kepada Dia. Kita tetap bekerja, tetap berusaha, tetap merancang, tetapi kita tidak lagi memikul kecemasan akan hasilnya. Kita percaya bahwa Tuhan sanggup menuntun dan meneguhkan jalan kita. Seringkali kita berdoa, tetapi masih menyimpan kekhawatiran. Kita mengatakan, “Tuhan, aku serahkan rencanaku,” tetapi tetap ingin mengontrol jalannya. Kita lupa bahwa rencana yang tidak Tuhan setujui, sebaik apa pun, tidak akan berhasil. Sebaliknya, bahkan langkah kecil yang tampak sederhana pun bisa Tuhan pakai untuk sesuatu yang besar, jika kita berserah pada-Nya.
Saudaraku,
Renungan ini mengajak kita untuk merenung.
Apakah kita sudah benar-benar menyerahkan hidup dan rencana kita kepada Tuhan? Dan
Apakah kita bekerja seolah-olah semuanya tergantung pada usaha kita ataukah kita hidup dalam kepercayaan bahwa Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu?
Saudaraku
Menyerahkan perbuatan kepada Tuhan adalah langkah iman yang membutuhkan kerendahan hati dan kepercayaan yang dalam. Tapi inilah jalan damai sejati ketika kita tahu bahwa hidup kita ada dalam tangan yang tidak pernah gagal. Sebab Dia bukan hanya Allah yang tahu segalanya, tapi juga Allah yang mengasihi kita tanpa syarat. Amin




