Renungan harian
Kamis, 24 Juli 2025
Pembacaan Firman Tuhan: Galatia 2:20
Salam Sejahtera,
Kita hidup di dunia yang penuh tuntutan, harapan, dan tekanan untuk menjadi “seseorang”. Namun dalam suratnya kepada jemaat di Galatia, Paulus menyampaikan pesan yang sangat dalam yaitu hidup orang percaya bukan lagi tentang dirinya, melainkan tentang Kristus yang hidup di dalamnya.
Saudaraku,
Surat Galatia ditulis oleh Rasul Paulus kepada jemaat-jemaat di wilayah Galatia (daerah di Asia Kecil) yang sedang diguncang oleh ajaran sesat. Beberapa orang Yahudi Kristen mencoba memaksakan hukum Taurat khususnya sunat kepada orang-orang percaya nonYahudi. Paulus dengan tegas menegaskan bahwa keselamatan hanya melalui iman kepada Yesus Kristus, bukan oleh perbuatan hukum Taurat. Dalam Galatia 2:20, Paulus berbicara tentang identitas barunya dalam Kristus. Ia sudah “disalibkan bersama Kristus”, artinya ia menganggap dirinya yang lama yang hidup berdasarkan keakuan, hukum, dan dosa itu sudah mati. Kini, hidupnya sepenuhnya dipimpin oleh iman kepada Kristus. Ayat ini adalah puncak dari pembelaannya terhadap Injil kasih karunia. Bukan lagi aku yang menjadi pusat, melainkan Kristus.
Saudaraku,
Renungan ini mengajak kita untuk bertanya Siapa yang sebenarnya hidup di dalam kita? Apakah Kristus sungguh menjadi pusat hidup kita, atau kita masih hidup untuk diri sendiri? Hidup yang sejati adalah hidup yang menyerahkan diri sepenuhnya pada kasih Kristus, yang telah mengasihi kita dan menyerahkan diriNya bagi kita. Amin




