Renungan harian
Rabu, 29 April 2026
Bacaan Alkitab: Matius 19:26
Salam Sejahtera,
Matius 19:26 mengingatkan kita bahwa apa yang mustahil bagi manusia, mungkin bagi Allah. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menemui batas kemampuan diri entah dalam pekerjaan, keluarga, kesehatan, atau pergumulan batin yang terasa berat. Ketika segala usaha sudah dilakukan namun hasilnya belum terlihat, mudah bagi kita untuk merasa kecil hati. Namun ayat ini menegaskan bahwa Tuhan tidak dibatasi oleh logika, waktu, maupun keadaan. Dia bekerja dengan cara yang sering kali melampaui pemahaman kita.
Saudaraku,
Sering kali kita tanpa sadar menggantungkan harapan sepenuhnya pada kekuatan sendiri. Kita berpikir bahwa jika kita berusaha lebih keras, maka semuanya pasti berhasil. Ketika kenyataan tidak sesuai harapan, kita menjadi kecewa dan bahkan meragukan jalan yang sedang kita tempuh. Di sinilah iman mengambil peran penting. Percaya kepada Tuhan berarti kita tetap berusaha dengan setia, tetapi juga belajar menyerahkan kendali kepada-Nya. Dalam kelemahan dan keterbatasan kita, justru kuasa Tuhan dapat dinyatakan dengan nyata.
Saudaraku,
Renungan ini mengajak kita untuk memandang setiap kesulitan sebagai kesempatan untuk melihat karya Tuhan. Mungkin jawaban yang kita harapkan tidak datang dengan segera, atau tidak sesuai dengan keinginan kita. Namun Tuhan selalu bekerja untuk kebaikan, bahkan melalui proses yang panjang dan tidak mudah. Saat kita memilih untuk tetap percaya, hati kita dikuatkan dan harapan kita diperbarui. Kita belajar bahwa iman bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi tentang perjalanan bersama Tuhan.
Karena itu, jangan menyerah ketika menghadapi hal-hal yang tampaknya mustahil. Teruslah berdoa, berharap, dan melangkah dengan iman. Ingatlah bahwa Tuhan sanggup membuka jalan di tempat yang tidak kita duga. Apa yang hari ini terasa seperti jalan buntu, bisa menjadi awal dari sesuatu yang indah di masa depan. Bersandarlah kepada-Nya, sebab di tangan Tuhan, kemustahilan dapat diubahkan menjadi kesaksian yang penuh sukacita dan kemuliaan. Amin




