SINODE GKLB Renungan Khotbah dalam Ibadah Minggu, 21 September 2025 ( GKLB )

Khotbah dalam Ibadah Minggu, 21 September 2025 ( GKLB )

Khotbah dalam Ibadah Minggu, 21 September 2025 ( GKLB )

Bahan Bacaan : Roma 10:16-21 ( ayat 17 ayat renungan )

Tema : Firman Allah Menghidupkan Iman

Salam Sejahtera,

Di tengah dunia yang semakin berkembang dengan pengaruh dunia, suara Firman Tuhan semakin mudah diabaikan. Kita berada dalam zaman di mana banyak orang haus akan pengalaman rohani yang instan, mencari iman yang kuat melalui perasaan sesaat atau motivasi singkat, namun tidak menyadari bahwa iman sejati tidak bisa dipisahkan dari Firman Tuhan yaing hidup. Dalam peringatan Bulan Doa Alkitab, kita diajak merenungkan kembali dasar dari iman kita bukan pada kekuatan diri sendiri, bukan pada semangat yang naik-turun, melainkan pada firman Allah yang menghidupkan iman. Rasul Paulus dengan tegas menulis dalam Roma 10:17, “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” Sebuah pernyataan sederhana, tetapi sangat mendalam dan fundamental bagi kehidupan rohani kita.

Saudaraku,

Surat Roma merupakan salah satu karya teologis terbesar dalam Perjanjian Baru, ditulis oleh Rasul Paulus sekitar tahun 57 Masehi kepada jemaat di Roma yang belum pernah ia kunjungi secara langsung. Tujuan utama surat ini adalah untuk menjelaskan inti dari Injil bahwa keselamatan bukan hasil usaha manusia melalui hukum Taurat, melainkan anugerah Allah melalui iman kepada Yesus Kristus. Paulus dengan cermat membangun argumentasi tentang dosa manusia, pembenaran oleh iman, dan hidup dalam Roh. Dalam pasal 10, Paulus menyuarakan kerinduannya yang mendalam agar bangsanya sendiri, bangsa Israel, mengenal kebenaran dan menerima keselamatan yang sejati. Ia menyatakan bahwa setiap orang yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan, tetapi untuk berseru, seseorang harus terlebih dahulu mendengar, dan untuk mendengar, harus ada yang memberitakan. Maka dari situlah muncul pernyataan kuat di ayat 17 bahwa iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

Saudaraku,

Roma 10:17 membuka mata rohani kita akan satu kebenaran penting iman bukanlah sesuatu yang muncul begitu saja, tetapi dihidupkan oleh Firman Allah. Ayat ini menunjukkan urutan spiritual yang jelas: tidak ada iman tanpa pendengaran, dan tidak ada pendengaran tanpa firman Kristus. Dalam kata lain, jika seseorang tidak membuka diri terhadap Firman Tuhan baik melalui pemberitaan, pembacaan, maupun perenungan maka imannya tidak akan pernah tumbuh dengan sehat, atau bahkan tidak akan pernah ada.

Saudaraku,

Pendengaran di sini bukan sekedar aktivitas fisik mendengarkan dengan telinga, tetapi merupakan sikap hati yang membuka diri untuk memahami, menerima, dan menaati apa yang Tuhan sampaikan. Firman Kristus bukan hanya informasi, melainkan pewahyuan yang hidup kuasa Allah yang bekerja dalam hati manusia untuk membangkitkan kepercayaan, pengharapan, dan ketaatan kepada-Nya. Maka tidak heran jika banyak orang Kristen merasa imannya lemah, goyah, bahkan mati rasa karena mereka sudah lama tidak memberi ruang bagi Firman Tuhan bekerja dalam hidup mereka.

 

Saudaraku,

Dalam konteks Bulan Doa Alkitab, renungan ini menjadi panggilan yang sangat relevan mari kita kembali mendekat pada Firman Tuhan, bukan hanya sebagai bacaan harian, tetapi sebagai sumber hidup. Firman Allah bukan hanya memberi informasi tentang Tuhan, tetapi menghidupkan relasi kita dengan Tuhan. Firman yang dibaca dengan iman akan membakar hati, menerangi jalan, dan menghidupkan iman yang sejati. Ketika kita terus-menerus terpapar pada kebenaran Firman, maka iman kita tidak hanya tumbuh, tetapi menjadi kuat, kokoh, dan tahan uji dalam segala musim kehidupan.Iman adalah fondasi dari kehidupan Kristen. Tanpa iman, mustahil kita dapat menyenangkan hati Tuhan. Namun iman yang sejati tidak datang dari pikiran positif atau semangat pribadi iman datang dari Firman Allah yang didengar dan diterima dalam hati yang terbuka. Di saat kita sungguh-sungguh memberi tempat bagi Firman Kristus dalam hidup kita, maka Roh Kudus akan bekerja membangkitkan iman yang hidup, iman yang tidak goyah meski diterpa badai, iman yang menjadi dasar untuk mengasihi, melayani, dan berjalan dalam kehendak Tuhan.

 

Saudaraku,

Dalam peringatan Bulan Doa Alkitab ini, marilah kita memperbarui komitmen untuk tinggal dalam Firman, bukan sekedar tahu, tetapi sungguh-sungguh mengenalnya, merenungkannya siang dan malam, dan membiarkannya membentuk pikiran serta hati kita. Sebab hanya Firman Tuhan yang hidup dan berkuasa, yang mampu membangkitkan iman yang sejati dan membawa kita semakin dekat kepada-Nya.Kiranya Firman-Nya terus menjadi sumber hidup dan iman kita, hari ini dan selama-lamanya. Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post