SINODE GKLB Renungan Renungan harian Sabtu, 20 September 2025

Renungan harian Sabtu, 20 September 2025

Renungan harian

Sabtu, 20 September 2025

Pembacaan Alkitab: Amsal 18:12

Salam Sejahtera,

Setiap manusia pada dasarnya memiliki kecenderungan untuk mencari pengakuan dan kehormatan. Kita ingin dihormati atas pencapaian, keahlian, atau posisi kita. Namun, Firman Tuhan dalam Amsal 18:12 memberikan peringatan yang sangat penting dan relevan dalam kehidupan kita sehari-hari: “Kecongkakan mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan.” Ayat ini menyadarkan kita bahwa jalan menuju kehormatan bukanlah dengan meninggikan diri, melainkan dengan merendahkan hati di hadapan Tuhan dan sesama.

Saudaraku,

Kecongkakan adalah sikap hati yang merasa diri lebih hebat, lebih benar, atau lebih layak daripada orang lain. Ketika seseorang mulai merasa cukup dengan dirinya sendiri dan mengabaikan nasihat atau teguran, ia sedang berjalan menuju kehancuran. Kejatuhan tidak datang tiba-tiba, tetapi diawali oleh sikap hati yang salah. Sebaliknya, kerendahan hati adalah sikap yang mengakui keterbatasan diri, bergantung pada Tuhan, dan bersedia belajar serta ditegur. Dalam banyak kisah Alkitab, kita melihat bagaimana Tuhan meninggikan orang-orang yang rendah hati, seperti Yusuf, Musa, atau Yesus sendiri yang meskipun adalah Anak Allah, rela merendahkan diri-Nya dan justru mendapat kehormatan yang kekal.

 

Saudaraku,

Amsal 18:12 bukan hanya nasihat moral, tetapi prinsip ilahi yang harus tertanam dalam kehidupan orang percaya. Dalam dunia yang sering memuja pencapaian dan kebanggaan diri, kita dipanggil untuk hidup dalam kerendahan hati. Tuhan tidak menentang mereka yang berhasil, tetapi Dia menentang orang yang sombong. Sebaliknya, Dia memberikan kasih karunia kepada orang yang rendah hati. Marilah kita senantiasa memeriksa hati kita, menjaga sikap, dan meminta Tuhan menanamkan kerendahan hati dalam hidup kita. Sebab hanya dengan kerendahan hati, kita dapat menerima kehormatan yang sejati, yang berasal dari Allah sendiri. Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post