Renungan harian,
Rabu, 8 Oktober 2025
Pembacaan Firman Tuhan: 2 Korintus 13:9
Salam Sejahtera,
Meskipun dalam surat ini Paulus menunjukkan teguran yang tegas kepada jemaat Korintus, dalam 2 Korintus 13:9 ia justru menyatakan bahwa ia bersukacita ketika dirinya dianggap lemah, asal jemaat itu sendiri kuat, karena yang menjadi kerinduannya yang terdalam bukanlah pembelaan diri atau pembuktian kuasa kerasulannya, melainkan agar umat yang dilayaninya mengalami pemulihan rohani dan hidup sesuai dengan kehendak Allah, yang menunjukkan bahwa kasih seorang pemimpin rohani sejati selalu menempatkan kepentingan dan pertumbuhan rohani umat di atas kepentingan pribadinya.
Saudaraku,
Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa kekuatan yang sejati dalam pelayanan bukan terletak pada kemampuan untuk menunjukkan otoritas atau menghindari kelemahan, melainkan pada kesediaan untuk melemah demi penguatan orang lain, sebab dalam kerendahan hati dan kerelaan untuk mengalah demi pertumbuhan rohani sesama, kasih Kristus menjadi nyata dan pekerjaan pemulihan Allah dapat berlangsung dengan lebih efektif dalam komunitas iman yang bersatu dan saling membangun.
Saudaraku,
Karena itu, dalam menjalani kehidupan sehari-hari sebagai pengikut Kristus, kita pun diajak untuk meneladani semangat dan hati Paulus dengan memprioritaskan pemulihan, penguatan, dan pertumbuhan rohani orang lain di atas keinginan pribadi untuk terlihat benar atau kuat, sebab hanya dengan hidup seperti itulah kita benar-benar mencerminkan kasih Kristus yang mengutamakan keselamatan dan pertumbuhan umat-Nya, bahkan jika itu harus mengorbankan kenyamanan atau harga diri kita sendiri. Amin




