Renungan harian Jumat, 31 Oktober 2025
Pembacaan Alkitab: Mazmur 136:1
Salam Sejahtera,
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada situasi yang membuat kita lupa untuk bersyukur. Kesibukan, tekanan, dan berbagai pergumulan hidup dapat menumpulkan rasa syukur di hati kita. Namun, Mazmur 136:1 mengingatkan kita dengan begitu lembut dan tegas bahwa Tuhan layak disyukuri bukan hanya karena berkat yang kita terima, tetapi karena kebaikan-Nya yang kekal dan kasih setia-Nya yang tidak pernah berubah. Ayat ini bukan sekadar ajakan untuk mengucap syukur di saat senang, melainkan panggilan untuk hidup dalam sikap syukur setiap hari, di segala keadaan.
Saudaraku,
Pemazmur menegaskan bahwa kasih setia Tuhan tidak bergantung pada situasi hidup manusia. Ketika kita mengalami suka cita, kasih setia-Nya nyata; dan ketika kita berada dalam kesedihan, kasih setia itu tetap bekerja, menopang, dan menghibur kita. Kadang kita sulit memahami mengapa Tuhan mengizinkan hal-hal tertentu terjadi, namun di balik semuanya, Ia tetap baik. Kesadaran bahwa kasih setia Tuhan kekal memberi kita kekuatan untuk tetap percaya, walaupun jalan di depan belum jelas. Dengan mengingat kebaikan Tuhan di masa lalu, hati kita dikuatkan untuk tetap bersyukur hari ini dan berharap pada kasih-Nya untuk hari esok.
Saudaraku,
Karena itu, marilah kita memulai hari ini dengan ucapan syukur. Ucapkan terima kasih kepada Tuhan atas kehidupan, atas napas yang masih Ia percayakan, dan atas setiap kesempatan untuk mengalami kasih-Nya yang tak berkesudahan. Biarlah Mazmur 136:1 menjadi nyanyian hati kita: bahwa kasih setia Tuhan tidak pernah berakhir, bahkan melampaui batas waktu dan keadaan. Ketika kita belajar untuk terus bersyukur, kita akan menyadari bahwa di balik segala hal baik suka maupun duka selalu ada kebaikan Tuhan yang menuntun langkah kita. Amin




