SINODE GKLB Renungan Renungan harian Kamis, 18 Desember 2025

Renungan harian Kamis, 18 Desember 2025

Renungan harian

Kamis, 18 Desember 2025

Pembacaan Firman Tuhan: Amsal 10:28a

Salam Sejahtera,

Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang hidup dengan pengharapan entah pengharapan akan masa depan yang lebih baik, jawaban atas doa, atau kekuatan untuk menjalani hari yang sulit. Amsal 10:28a mengingatkan kita bahwa tidak semua pengharapan menghasilkan hal yang sama, sebab sukacita sejati hanya lahir dari pengharapan yang berakar dalam kebenaran Tuhan. Ayat ini menegaskan bahwa arah hati dan dasar iman seseorang menentukan apakah pengharapannya akan membawa sukacita atau justru berakhir dengan kekecewaan.

Saudaraku,

Pengharapan orang benar mendatangkan sukacita karena hidupnya bersandar pada Tuhan, bukan pada keadaan, kekuatan sendiri, atau janji dunia yang sementara. Orang benar percaya bahwa Tuhan setia memimpin hidupnya, sehingga sekalipun belum melihat jawaban doa, hatinya tetap dipenuhi damai dan sukacita. Sebaliknya, harapan orang fasik akan lenyap karena dibangun di atas keinginan diri, ambisi tanpa Tuhan, dan hal-hal yang tidak kekal. Ketika dasar pengharapan itu runtuh, yang tersisa hanyalah kehampaan. Firman ini mengajak kita untuk memeriksa kembali di manakah kita menaruh pengharapan, dan kepada siapakah kita menggantungkan masa depan kita.

Saudaraku,

Melalui Amsal 10:28a, Tuhan memanggil kita untuk hidup sebagai orang benar yang menaruh pengharapan sepenuhnya kepada-Nya, sebab dari situlah sukacita sejati mengalir. Di tengah ketidakpastian hidup, marilah kita memilih untuk tetap setia, percaya, dan berharap kepada Tuhan, karena pengharapan di dalam Dia tidak pernah mengecewakan. Kiranya setiap langkah hidup kita dipenuhi sukacita yang lahir dari iman, bukan dari keadaan, dan pengharapan kita senantiasa berakar dalam kebenaran firman Tuhan. 🙏

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post