Khotbah Ibadah Minggu, 28 Desember 2025 ( GKLB )
Bacaan Alkitab : Kolose 3:17
Tema: Iman sebagai Landasan Utama dalam Interaksi dan Pengambilan Keputusan Keluarga
Salam Sejahtera,
Memasuki minggu terakhir bulan Desember, kita sering dihadapkan pada momen refleksi merenungkan tahun yang telah kita lalui dan bersiap untuk menyambut tahun yang baru. Saatnya menilai bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi juga keadaan keluarga, komunikasi yang terjalin, dan keputusan-keputusan yang kita ambil bersama. Tahun baru bukan sekedar pergantian angka, tetapi kesempatan bagi keluarga untuk memperkuat ikatan dan meneguhkan iman sebagai fondasi setiap langkah. Hari ini, kita akan merenungkan pentingnya menjadikan Kristus sebagai pusat komunikasi dan pengambilan keputusan keluarga, agar setiap langkah yang kita ambil di tahun baru membawa damai sejahtera, kasih, dan kesatuan.
Saudaraku,
Surat Paulus kepada jemaat Kolose ditulis sekitar tahun 60-62 Masehi saat Paulus berada dalam tahanan. Jemaat Kolose menghadapi ancaman ajaran sesat yang menekankan ritual, tradisi manusia, dan penampilan lahiriah, sehingga mereka berpotensi melupakan iman yang tulus kepada Kristus. Paulus menegaskan bahwa Kristus adalah pusat kehidupan, dan setiap perkataan maupun perbuatan harus dilakukan dalam nama-Nya. Konteks ini relevan bagi keluarga kita saat ini: sama seperti jemaat Kolose, keluarga juga membutuhkan landasan yang kokoh iman yang memandu komunikasi dan keputusan bersama.
Saudaraku,
Komunikasi dalam keluarga bukan sekedar bertukar kata. Dalam iman Kristiani, komunikasi adalah cermin kasih dan perhatian satu sama lain. Kata-kata yang diucapkan dengan kasih membangun, meneguhkan, dan mendukung anggota keluarga untuk terus berjalan dalam kebenaran. Sebaliknya, komunikasi tanpa kasih dapat menimbulkan kesalahpahaman dan ketegangan. Sebelum memasuki tahun baru, penting bagi keluarga untuk memeriksa cara kita berbicara, cara kita mendengar, dan bagaimana kita menghadapi perbedaan pendapat. Selain itu, setiap keputusan yang diambil dalam keluarga hendaknya memperhatikan keberadaan dan kepentingan semua anggota. Keputusan yang hanya memikirkan satu orang, tanpa melibatkan atau mempertimbangkan anggota keluarga lainnya, dapat menimbulkan ketidakharmonisan. Sebagai keluarga yang beriman, kita dipanggil untuk bersama-sama membawa semua keputusan besar maupun kecil ke hadapan Tuhan. Apakah itu terkait pekerjaan, pendidikan anak atau pelayanan, iman harus menjadi penuntun utama.
Saudaraku,
Dengan melibatkan Tuhan dan mendiskusikan keputusan secara terbuka, setiap anggota keluarga merasa didengar dan dihargai, sehingga ikatan keluarga semakin kuat. Memasuki tahun baru, keluarga perlu memandang masa depan sebagai kesempatan untuk mempererat kasih, membangun komunikasi yang lebih jernih, dan membuat keputusan yang mempertimbangkan kepentingan bersama. Iman kepada Kristus memberi perspektif yang benar bahwa keluarga bukan sekadar individu-individu yang hidup berdampingan, tetapi satu kesatuan yang harus saling mendukung, menasihati, dan menjaga keharmonisan. Dengan demikian, setiap langkah menuju tahun baru bukan hanya demi keuntungan pribadi, tetapi demi keselamatan, kebahagiaan, dan pertumbuhan iman seluruh keluarga.
Saudaraku,
Memasuki tahun yang baru adalah waktu yang tepat untuk memperbarui cara kita berkomunikasi, memperkuat ikatan, dan meneguhkan iman keluarga. Segala perkataan dan tindakan kita hendaknya dilakukan dalam nama Tuhan Yesus, bukan hanya demi kepentingan individu, tetapi demi kebaikan dan kesatuan keluarga. Dengan demikian, keluarga dapat melangkah ke tahun baru dengan damai sejahtera, penuh kasih, dan keputusan yang bijaksana, diiringi iman yang kokoh kepada Tuhan. Selamat mempersiapkan pribadi dan keluarga kita memasuki tahun yang baru. Amin




