Khotbah Ibadah Syukur Tahun Baru, 2 Januari 2026 ( GKLB )
Bacaan Alkitab : Bilangan 6:22-27
Tema : Keluarga Dalam Berkat Tuhan
Salam Sejahtera,
Di saat kita menapaki pergantian tahun, seringkali hati kita dipenuhi rasa syukur atas penyertaan Tuhan selama setahun yang telah berlalu, sekaligus rasa harap dan doa agar tahun yang baru membawa damai, sukacita, dan berkat bagi setiap anggota keluarga; dalam momen ibadah syukur tahun baru ini, kita diajak untuk merenungkan bagaimana Tuhan tidak hanya menyertai kita secara pribadi, tetapi juga memberkati dan menjaga keluarga kita, menjadikan rumah tangga kita sebagai tempat yang aman, penuh kasih, dan pengharapan, sehingga syukur yang kita panjatkan bukan sekadar formalitas, melainkan perwujudan iman yang hidup dalam kehidupan sehari-hari keluarga.
Saudaraku,
Kitab Bilangan, yang termasuk dalam Taurat Musa, ditulis untuk merekam perjalanan bangsa Israel dari padang gurun menuju tanah perjanjian, mencatat perintah Tuhan, ketetapan, serta berkat-Nya yang nyata bagi umat-Nya; pasal 6 ayat 22-27 berisi berkat imam yang diberikan kepada umat, dikenal sebagai “Berkat Imam,” yang menegaskan bahwa Allah senantiasa memberkati, melindungi, dan memelihara umat-Nya dengan wajah yang bersinar bagi mereka; bagi keluarga Kristen saat ini, berkat ini mengingatkan bahwa keluarga yang menempatkan Tuhan sebagai pusat rumah tangga akan senantiasa menerima damai, kasih, dan pemeliharaan dari Allah yang setia.
Saudaraku,
Firman Tuhan dalam Bilangan 6:22-27 menegaskan tiga aspek berkat Allah bagi umat-Nya: pertama, perlindungan “TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau,” menunjukkan bahwa keluarga yang hidup dalam Tuhan dijaga dari bahaya fisik maupun rohani; kedua, kasih dan kesukaan Allah “TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera,” mengingatkan keluarga untuk senantiasa hidup dalam kasih dan damai Kristus, saling mengasihi dan menghormati satu sama lain; dan ketiga, perdamaian dan berkat yang berkelanjutan ini menegaskan bahwa berkat Allah bukan sementara, tetapi terus mengalir selama kita setia menempatkan-Nya sebagai pusat keluarga; dalam konteks ibadah syukur tahun baru, ayat ini mengajak setiap keluarga untuk memulai tahun baru dengan hati yang bersyukur, menaruh seluruh harapan dan rencana di tangan Tuhan, serta meneguhkan satu sama lain dalam iman dan kasih.
Saudaraku,
Saat kita menutup tahun yang telah berlalu dan membuka lembaran tahun yang baru, marilah kita menerima dan menghidupi berkat Tuhan dalam keluarga kita bersyukur atas perlindungan-Nya, mengalami kasih dan damai-Nya dalam hubungan antaranggota keluarga, dan menempatkan seluruh rencana serta langkah kita di tangan-Nya yang setia; biarlah rumah tangga kita menjadi tempat yang diberkati, penuh sukacita, dan damai sejahtera, sehingga setiap anggota keluarga dapat melangkah ke tahun baru dengan iman yang teguh, hati yang bersyukur, dan pengharapan yang tak tergoyahkan dalam Kristus.
Saudaraku,
Pesan bagi keluarga Kristen:
Mulailah tahun baru dengan doa bersama, membaca Firman Tuhan secara rutin, saling menguatkan dalam kasih, dan menempatkan Kristus sebagai pusat rumah tangga; dengan demikian, setiap hari dalam tahun yang baru akan dipenuhi berkat, damai, dan sukacita dari Allah yang setia, yang senantiasa memberkati keluarga yang percaya kepada-Nya. Selamat bersyukur di tahun yang baru.
Amin




