Renungan harian
Kamis, 25 Juni 2026
Pembacaan Alkitab: Matius 5:7
Salam sejahtera,
Belas kasihan adalah sikap hati yang tergerak oleh kasih dan kepedulian terhadap penderitaan atau kelemahan orang lain. Tuhan Yesus mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati tidak ditemukan dalam mementingkan diri sendiri, melainkan dalam kesediaan untuk mengasihi, mengampuni, dan menolong sesama. Orang yang berbelaskasihan tidak cepat menghakimi, tetapi berusaha memahami dan menunjukkan kasih sebagaimana Allah telah menunjukkan belas kasihan-Nya kepada mereka.
Saudaraku,
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menjumpai orang-orang yang membutuhkan perhatian, dukungan, atau pengampunan. Terkadang kita lebih mudah melihat kesalahan orang lain daripada memahami pergumulan yang mereka hadapi. Melalui firman ini, Tuhan mengajak kita untuk memiliki hati yang lembut, rela menolong tanpa pamrih, dan memberikan pengampunan kepada mereka yang bersalah kepada kita. Ketika kita menunjukkan belas kasihan, kita sedang menjadi saluran kasih Tuhan bagi dunia di sekitar kita.
Saudaraku,
Tuhan memberikan janji bahwa mereka yang berbelaskasihan akan beroleh belas kasihan. Allah tidak pernah menutup mata terhadap setiap perbuatan kasih yang dilakukan dengan tulus. Saat kita hidup dalam belas kasih, kita juga akan semakin mengalami kasih karunia, pengampunan, dan pemeliharaan Tuhan dalam hidup kita. Karena itu, marilah kita memohon agar Tuhan membentuk hati yang penuh belas kasihan, sehingga melalui perkataan dan tindakan kita, nama-Nya dimuliakan dan banyak orang merasakan kasih-Nya. Amin.




