Khotbah Hari Minggu ( GKLB )
Minggu, 6 Juli 2025
Bahan Bacaaan : 1 Tawarikh 29:10-19 ( renungan ayat 17 )
Tema : Persembahan Yang Ikhlas dan Sukarela
Shalom,
• Kitab 1 Tawarikh ditulis untuk menekankan sejarah bangsa Israel dari sudut pandang rohani, khususnya silsilah dan kerajaan Daud. Dalam pasal 29, Raja Daud sedang mempersiapkan pembangunan Bait Suci, sebuah pekerjaan besar yang nantinya akan dilakukan oleh salah satu anaknya, Salomo. Daud tahu bahwa ia sendiri tidak diizinkan oleh Allah untuk membangun Bait Suci karena ia adalah pejuang yang menumpahkan banyak darah (1 Tawarikh 28:3). Maka, sebagai gantinya, ia mempersiapkan segala bahan, emas, perak, batu permata, dan sumber daya lainnya dari harta pribadinya dan mengajak umat Israel untuk memberi persembahan sukarela bagi pekerjaan besar ini. Ayat 17 muncul dalam konteks doa ucapan syukur Daud kepada Allah setelah rakyat dengan sukacita memberikan persembahan secara sukarela dan besar-besaran. Dalam doanya, Daud mengakui bahwa Allah melihat hati, dan memperkenan ketulusan dan keikhlasan dalam memberi.
Saudaraku,
Kita bersyukur memasuki bulan yang baru, bulan ketujuh di tahun 2025 dan disepanjang bulan ini GKLB akan merenungkan Firman Tuhan tentang “ Persembahan “. Pada hari ini kita akan bersama-sama merenungkan makna dan kuasa dari sebuah persembahan yang ikhlas dan sukarela. Dalam dunia yang semakin materialistis, di mana memberi sering diukur dengan pamrih, kita dipanggil untuk kembali kepada prinsip-prinsip rohani yang diajarkan oleh firman Tuhan salah satunya adalah memberi dengan hati yang murni. Mari bersama-sama kita merenungkan beberapa hal dalam pembacaan Firman Tuhan hari ini:
I. Persembahan adalah Ujian Hati (ay.17a)
Daud berkata, “Aku tahu, ya Allahku, bahwa Engkau menguji hati…”
II. Tuhan Berkenan kepada Keikhlasan (ay.17b)
Daud melanjutkan, “…dan berkenan kepada keikhlasan.”
III. Memberi dengan Sukacita dan Sukarela (ay.17c)
IV. Hasil dari Persembahan yang Ikhlas: Pekerjaan Tuhan Digenapi
Saudaraku,
Ingatlah bahwa ketika gereja dipenuhi oleh orang-orang yang jujur dan memberi dengan hati yang ikhlas, pelayanan akan maju, jiwa-jiwa dijangkau, dan nama Tuhan dipermuliakan. Amin
Selamat melayani, Tuhan Yesus Memberkati




