SINODE GKLB Renungan Renungan Harian Jumat, 9 Mei 2025

Renungan Harian Jumat, 9 Mei 2025

Renungan Harian Jumat, 9 Mei 2025

Pembacaan Firman Tuhan: Yeremia 1:8

Salam Sejahtera,

Seringkali ketika Tuhan memanggil seseorang untuk suatu tanggungjawab, respons awalnya adalah rasa takut atau merasa tidak layak. Itu pula yang terjadi pada Yeremia. Ia masih muda ketika Tuhan memanggilnya menjadi nabi bagi bangsa Israel. Sebuah tugas yang sangat berat dan penuh risiko. Yeremia takut, Ia mungkin bertanya-tanya, “Siapakah aku hingga harus menyampaikan firman Tuhan kepada para pemimpin dan bangsa ini?”

Saudaraku,

Tuhan tahu ketakutan dan pergumulan Yeremia. Namun, Tuhan tidak menegur atau menghakimi dia. Sebaliknya, Tuhan menguatkannya: “Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau.” Perhatikan dua janji utama dalam ayat ini:

  1.  “Janganlah takut”. Ini adalah perintah, tapi juga sebuah penghiburan. Tuhan tidak menuntut Yeremia menjadi berani atas kekuatannya sendiri. Tuhan tahu ketakutan manusiawi itu wajar. Tapi Dia juga ingin Yeremia (dan kita) belajar untuk percaya, bukan pada keadaan, tapi pada-Nya.
  2. “Aku menyertai engkau”. Penyertaan Tuhan adalah kunci untuk mengalahkan rasa takut. Tuhan tidak hanya memberi tugas, tapi juga menyertai setiap langkah kita.

Seringkali kita menghadapi situasi yang membuat kita takut, keputusan besar, pelayanan yang menantang, tekanan hidup, atau bahkan rasa tidak percaya diri. Tapi Yeremia 1:8 mengingatkan kita bahwa ketika Tuhan memanggil kita, Dia juga akan menyertai dan melepaskan kita dari apa pun yang mengancam.

Saudaraku,

Yeremia akhirnya menjadi nabi yang luar biasa, bukan karena dia kuat, tetapi karena Tuhan menyertainya. Kita pun bisa menjadi alat Tuhan bukan karena kita hebat, tapi karena Tuhan yang memanggil dan menyertai. Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post