Renungan harian
Jumat, 27 Juni 2025
Pembacaan Firman Tuhan: Mazmur 138:7
Shalom,
Di tengah dunia yang begitu cepat berubah, penuh tekanan, kita sebagai manusia kerap kali terjebak dalam berbagai bentuk kesesakan entah itu kesesakan secara emosional, kesulitan ekonomi, tekanan batin, hubungan yang retak, atau pergumulan rohani yang tak bisa kita bagikan kepada siapa pun dan dalam keadaan seperti itu, mudah bagi kita merasa seolah kita sendirian, seolah Tuhan jauh, seolah tidak ada yang mengerti kedalaman luka dan beratnya beban yang kita pikul; namun, justru dalam kondisi seperti itulah firman Tuhan melalui Mazmur 138:7 datang seperti air sejuk di tengah padang gurun, mengingatkan kita bahwa Allah tidak pernah meninggalkan kita dalam kesesakan, melainkan justru hadir dengan kasih-Nya yang aktif, dengan tangan-Nya yang kuat, dan dengan kesetiaan-Nya yang mempertahankan hidup kita.
Saudaraku,
Ayat ini bukan sekedar catatan sejarah dari pengalaman Daud, melainkan merupakan kesaksian iman bagi setiap orang percaya yang pernah merasa terdesak oleh keadaan yang tidak bisa dikendalikan, karena pemazmur tidak berkata bahwa Tuhan menghindarkannya dari kesesakan, tetapi bahwa Tuhan mempertahankan hidupnya di dalam kesesakan, yang menunjukkan kepada kita bahwa kadang Tuhan tidak langsung membebaskan kita dari masalah, tetapi Ia hadir di tengah-tengahnya, menopang kita, menjaga kita agar tidak hancur, dan menguatkan kita agar tetap bertahan, karena sering kali justru di saat kita tidak lagi mengandalkan kekuatan sendiri, di saat kita berada di ujung kemampuan, di sanalah kita benar-benar mengalami tangan Tuhan yang terulur, tangan yang melindungi dari serangan musuh, tangan yang memberi kekuatan dalam kelemahan, dan tangan kanan-Nya yang menggambarkan otoritas dan kuasa ilahi bekerja untuk menyelamatkan dan membawa kita keluar dengan kemenangan yang tidak berasal dari dunia, tetapi dari sorga. Dan karena itu, ayat ini mengajarkan kepada kita untuk tetap berharap, tetap percaya, dan tetap berjalan bersama Tuhan, meskipun keadaan di sekeliling tampak tidak berubah, sebab yang terpenting bukanlah seberapa besar badai di sekitar kita, tetapi siapa yang berada bersama kita di tengah badai itu dan bila Tuhan yang Maha kuasa ada di pihak kita, maka tidak ada kesesakan, tidak ada musuh, tidak ada ancaman apa pun yang dapat memisahkan kita dari kasih dan perlindungan-Nya.
Saudaraku,
Karena itu marilah hari ini kita berhenti sejenak dari segala kegelisahan, dan membuka hati untuk mempercayai bahwa tangan Tuhan yang sama yang pernah mempertahankan Daud dalam masa-masa paling gelapnya, adalah tangan yang sama yang hari ini juga terulur bagi kita. Tangan yang penuh kuasa, tangan yang penuh belas kasih, dan tangan yang tidak pernah gagal menepati janji-Nya dan ketika kita memilih untuk bersandar pada Tuhan, bukan hanya dalam keadaan senang, tetapi juga di tengah kesesakan, kita akan melihat bahwa hidup kita tidak pernah lepas dari penjagaan-Nya, dan bahwa apa pun yang sedang kita hadapi hari ini, Tuhan sendiri yang akan mempertahankan, memulihkan, dan menyelamatkan, sebab kasih-Nya kekal, kuasa-Nya tak terbatas, dan kesetiaan-Nya tidak pernah berubah dari dulu, sekarang, sampai selama-lamanya. Amin




