SINODE GKLB Renungan Renungan Harian, Sabtu, 10 Mei 2025

Renungan Harian, Sabtu, 10 Mei 2025

Renungan Harian,

Sabtu, 10 Mei 2025

Pembacaan Firman Tuhan: 3 Yohanes 1:11

Salam Sejahtera,

Dalam suratnya kepada Gayus, Yohanes menuliskan pesan sederhana namun dalam “Jangan meniru yang jahat, tapi tirulah yang baik.” Di tengah dunia yang begitu cepat berubah, banyak orang kehilangan arah dalam menentukan mana yang patut diteladani. Standar moral menjadi kabur, dan apa yang dahulu dianggap jahat kini bisa dipuji, asal terlihat sukses atau terkenal. Firman Tuhan hari ini mengajak kita untuk berhenti sejenak dan bertanya: siapa yang sedang kita tiru dalam hidup ini?

Saudaraku,

Setiap orang secara alami membutuhkan teladan. Anak meniru orang tuanya, murid meniru guru, bahkan orang dewasa pun sering meniru tokoh yang ia kagumi baik itu dalam gaya hidup, cara bicara, bahkan cara berpikir. Namun, Yohanes mengingatkan kita untuk hati-hati dengan apa yang kita tiru. Tidak semua yang tampak menarik itu baik. Tidak semua yang populer itu berasal dari Allah. Firman Tuhan memberi batas yang jelas bahwa yang berasal dari Allah akan menghasilkan perbuatan baik. Kebaikan di sini bukan sekadar kebaikan sosial atau moral, tapi tindakan yang muncul dari hati yang telah disentuh kasih Allah seperti kasih, kesabaran, pengampunan, kejujuran, dan penguasaan diri. Ini berbeda jauh dari perbuatan jahat yang mungkin tersembunyi di balik motivasi egois, ambisi, atau keinginan untuk menyenangkan manusia.

Saudaraku,

Yohanes juga menyinggung sebuah realitas yang tajam barangsiapa berbuat jahat, ia tidak pernah melihat Allah. Artinya, seseorang yang terus menerus hidup dalam kejahatan tanpa pertobatan menunjukkan bahwa ia tidak memiliki hubungan yang nyata dengan Allah. Ini bukan hanya soal gagal sekali dua kali, tetapi tentang gaya hidup yang terus-menerus menolak kebenaran.

Bagaimana Aplikasi Firman Tuhan ini dalam Hidup Sehari-hari?

  1. Evaluasi teladan kita. Siapa yang kita kagumi dan ikuti? Apakah hidup mereka membawa kita lebih dekat kepada Tuhan atau menjauh?
  2. Jadilah teladan bagi orang lain. Dunia membutuhkan orang-orang yang mencerminkan kasih dan kebenaran Kristus. Jadilah terang di tempat kerja, keluarga, dan komunitasmu.
  3. Bangun relasi yang sehat secara rohani. Bergaul dengan orang-orang yang mencintai Tuhan akan menolong kita bertumbuh dan hidup dalam kebenaran.

Saudaraku,

Menjadi peniru yang baik berarti memilih dengan bijaksana siapa dan apa yang kita ikuti. Dunia akan selalu menawarkan banyak contoh, tapi hanya satu teladan sejati yang patut kita ikuti sepenuhnya yaitu Yesus Kristus. Mari kita terus belajar dari-Nya, meneladani hidup-Nya, dan membagikan kasih-Nya kepada dunia. Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post