SINODE GKLB Renungan Renungan harian Kamis, 26 Juni 2025

Renungan harian Kamis, 26 Juni 2025

Renungan harian

Kamis, 26 Juni 2025

Pembacaan Firman Tuhan: Mazmur 55:23

Shalom,

Setiap manusia pasti pernah mengalami kekuatiran. Dunia yang penuh ketidakpastian krisis ekonomi, penyakit, konflik keluarga, tekanan pekerjaan, atau pergumulan pribadi membuat kita mudah goyah dan takut. Namun di tengah badai kehidupan, Tuhan melalui Daud memberi kita sebuah janji Serahkanlah kekhawatiranmu kepada Tuhan, dan Ia akan memelihara engkau.Ini bukan sekadar ajakan untuk pasrah, tetapi undangan untuk mempercayakan hidup sepenuhnya kepada Allah yang setia dan sanggup menopang.

Saudaraku,

Mari merenungkan bagian Firman Tuhan ini

1. Mengapa Kita Sering Kuatir?

Kita merasa harus mengendalikan semuanya sendiri.

Kita terbiasa memikul beban hidup seorang diri. Tapi manusia terbatas. Ketika kita mencoba memikul beban yang terlalu berat, hati menjadi letih dan jiwa menjadi rapuh.

Kita lupa siapa Tuhan yang kita sembah.

Dalam kekhawatiran, kita sering lebih fokus pada masalah daripada pada kebesaran Tuhan. Kita lupa bahwa Dia yang menciptakan langit dan bumi juga peduli pada hal terkecil dalam hidup kita.

Kita hidup di dunia yang rusak dan tak sempurna.

Dunia ini penuh penderitaan. Tetapi dalam dunia seperti inilah janji Tuhan menjadi terang yang membimbing dan menguatkan.

2. Makna “Serahkanlah Kekhawatiranmu kepada TUHAN”

“Serahkanlah” = tindakan aktif dan sadar.

Ini bukan menunda, bukan menyangkal masalah, tapi membawa beban kita ke kaki Tuhan melalui doa, iman, dan penyerahan.

“Kekhawatiranmu” mencakup segala sesuatu yang membuat kita gelisah.

Tuhan tidak membatasi apa yang boleh kita serahkan. Semua kekhawatiranmu besar atau kecil serahkanlah kepada-Nya.

“Kepada TUHAN” menunjukkan bahwa hanya Tuhan yang mampu menolong kita untuk memikul beban itu dengan sempurna.

Manusia bisa menghibur, tetapi hanya Tuhan yang bisa memelihara jiwa kita.

3. Janji Tuhan: Ia Akan Memelihara Engkau

Pemeliharaan Tuhan bersifat aktif.

Kata “memelihara” dalam bahasa Ibrani berarti menjaga, menopang, memperhatikan terus-menerus. Tuhan tidak tidur dalam menghadapi persoalan kita (Mazmur 121:3-4).

Ia tidak membiarkan orang benar goyah.

Ini bukan janji bahwa hidup akan selalu mulus, tapi janji bahwa iman kita akan tetap teguh walau diterpa badai. Seperti pohon yang akarnya kuat, kita akan tetap berdiri dalam kasih karunia-Nya.

Saudaraku,

Mazmur 55:23 bukan hanya untuk dibaca, tapi untuk dihidupi. Dalam dunia yang penuh kekhawatiran, Tuhan memanggil kita untuk hidup dalam damai yang melampaui akal bukan karena hidup tanpa masalah, tapi karena kita punya Allah yang besar dan setia. Karena itu serahkanlah kekhawatiranmu kepada Tuhan. Dia sanggup menopang mu hari ini, besok, dan selamanya. Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post