SINODE GKLB Renungan Renungan harian Rabu, 16 Juli 2025

Renungan harian Rabu, 16 Juli 2025

Renungan harian

Rabu, 16 Juli 2025

Pembacaan Firman Tuhan: 2 Tesalonika 3:16

Salam sejahtera,

Dalam kehidupan yang penuh dengan ketidakpastian, manusia sering kali merindukan satu hal yang tak tergantikan yaitu damai sejahtera. Ketika badai persoalan datang silih berganti, baik secara pribadi maupun dalam kehidupan sosial dan rohani, jiwa kita haus akan ketenangan yang sejati bukan sekedar tidak adanya masalah, tetapi kehadiran Allah yang memberikan penghiburan, keteguhan, dan kelegaan di tengah semua itu. Surat 2 Tesalonika ditulis oleh rasul Paulus kepada jemaat di Tesalonika, sebuah kota di Makedonia yang waktu itu sedang menghadapi berbagai tantangan, termasuk penganiayaan dan kebingungan mengenai kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali. Dalam surat ini, Paulus tidak hanya memberikan pengajaran teologis, tetapi juga menyampaikan dorongan praktis agar jemaat tetap teguh dalam iman, hidup tertib, dan tidak lelah berbuat baik. Di akhir suratnya, tepatnya di pasal 3 ayat 16, Paulus menuliskan sebuah doa yang indah dan penuh makna: “Kiranya Tuhan sendiri, sumber damai sejahtera, mengaruniakan damai sejahtera terus-menerus kepada kamu dalam segala hal. Tuhan menyertai kamu sekalian.”

Saudaraku,

Ayat ini menjadi penutup yang menyejukkan setelah rangkaian nasihat dan teguran. Paulus menegaskan bahwa damai sejahtera sejati datang dari Tuhan sendiri bukan dari situasi yang membaik atau dunia yang berubah sesuai keinginan kita. Ia menyebut Tuhan sebagai “Tuhan damai sejahtera,” menandakan bahwa damai bukan sekedar sesuatu yang Tuhan berikan, tetapi adalah sifat dan karakterNya sendiri. Paulus juga menambahkan bahwa damai sejahtera itu tersedia “ terus-menerus dalam segala hal” artinya, tidak ada waktu atau keadaan di mana damai dari Tuhan tidak relevan. Entah kita sedang dalam tekanan pekerjaan, konflik relasi, atau pergumulan batin, damai sejahtera Tuhan tetap tersedia dan nyata. Dalam hidup yang penuh ketidakpastian ini, kita sering tergoda untuk mencari kedamaian dari dunia entah lewat hiburan, pencapaian, atau pengakuan dari orang lain. Namun semua itu hanya bersifat sementara. Damai yang sejati dan bertahan hanya bisa ditemukan di dalam Tuhan. Ketika kita membuka hati kepada-Nya, mempercayai kehendak-Nya, dan bersandar pada penyertaan-Nya, maka damai itu akan memenuhi hidup kita, bahkan saat keadaan tidak sempurna.

Saudaraku,

Marilah hari ini kita berhenti sejenak dan mengarahkan hati kepada Tuhan damai sejahtera itu. Biarlah kita membuka ruang dalam hati kita untuk menerima damaiNya yang melampaui segala akal. Kita tidak perlu menunggu keadaan berubah untuk merasa tenang kita hanya perlu menyadari bahwa Tuhan yang penuh damai itu menyertai kita, sekarang dan selamanya.

Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post