SINODE GKLB Renungan Renungan harian  Jumat, 1 Agustus 2025

Renungan harian  Jumat, 1 Agustus 2025

Renungan harian

Jumat, 1 Agustus 2025

Pembacaan Firman Tuhan: Mazmur 121:7-8

Salam sejahtera,

Ada satu hal yang sering kita sadari setiap kali kita memasuki awal bulan yaitu hidup tidak pernah berhenti bergerak. Waktu berjalan terus, kalender terus berganti, dan tanpa kita sadari, kita kembali berdiri di ambang bulan yang baru. Di tengah kesibukan, ketidakpastian, dan kekhawatiran akan hari-hari ke depan, ada kebutuhan yang sangat dalam di hati manusia untuk merasa aman. Kita merindukan kepastian bahwa dalam segala aktivitas, rencana, dan perjalanan kita, ada Pribadi yang memelihara dan melindungi. Dan itulah yang ditawarkan oleh Mazmur 121 sebuah nyanyian yang menguatkan dan memberi pengharapan bagi orang-orang yang menantikan penyertaan Tuhan.

Saudaraku,

Mazmur 121 merupakan bagian dari kumpulan “Nyanyian Ziarah” yang dinyanyikan oleh umat Israel ketika mereka dalam perjalanan menuju Yerusalem untuk beribadah. Perjalanan mereka tidak selalu mudah banyak medan terjal, bahaya pencuri, panas terik, dan malam yang dingin. Tetapi di tengah perjalanan itu, mereka mengangkat mata mereka ke gunung, tempat di mana Yerusalem berada, dan menyadari bahwa pertolongan mereka bukan berasal dari gunung itu sendiri, tetapi dari Tuhan yang menciptakan langit dan bumi. Mazmur ini ditulis sebagai pengakuan iman bahwa Tuhan bukan hanya pencipta yang jauh di atas langit, tetapi juga penjaga yang dekat, yang menyertai umat-Nya dalam setiap langkah hidup mereka. Ayat 7 dan 8 dari Mazmur ini memberikan janji yang sangat relevan bagi siapa saja yang memulai sesuatu yang baru. Tuhan akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan, bahkan menjaga nyawamu. Ini bukan hanya janji perlindungan fisik, tetapi juga perlindungan batin, perlindungan dari hal-hal yang dapat merusak damai sejahtera kita. Tuhan menjaga keluar dan masukmu sebuah gambaran kehidupan sehari-hari yang begitu sederhana, namun begitu menyeluruh. Artinya, Tuhan menyertai kita saat kita bangun dan tidur, saat kita bekerja dan beristirahat, saat kita bepergian dan saat kita pulang. Ia tidak hanya hadir di momen-momen besar, tetapi juga dalam rutinitas harian kita. Dan tidak hanya sekarang, tetapi sampai selama-lamanya.

Saudaraku,

Ketika kita memasuki bulan yang baru, kita membawa serta banyak hal mungkin keberhasilan, mungkin juga kegagalan dari bulan sebelumnya mungkin semangat, mungkin juga kelelahan. Namun, di atas semua itu, kita diajak untuk membawa satu keyakinan bahwa Tuhan adalah penjaga hidup kita. Dunia bisa berubah, rencana kita bisa gagal, dan situasi bisa tidak menentu. Tapi Tuhan tidak berubah. Pemeliharaan-Nya bukan berdasarkan musim, tapi berdasarkan kasih-Nya yang kekal. Ayat ini adalah undangan untuk melangkah ke bulan baru dengan hati yang tenang, bukan karena semua pasti berjalan lancar, tetapi karena kita tidak berjalan sendiri.

Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di hari-hari mendatang, tetapi kita tahu siapa yang menjaga hari-hari itu. Maka, marilah kita menyambut awal bulan ini dengan rasa syukur dan iman yang segar. Kita tidak hanya berharap akan hal-hal baik, tetapi kita percaya bahwa apapun yang terjadi, Tuhan sendiri yang akan menjaga kita. Mazmur ini bukan sekadar puisi penghiburan; ini adalah janji perlindungan dari Tuhan yang hidup yang tidak pernah tertidur, tidak pernah lengah, dan tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Jadi, dalam setiap keluar masuk kita di bulan yang baru ini, saat kita melangkah, marilah kita ingat bahwa ada Penjaga yang berjalan di depan kita. Kita mungkin tidak tahu persis ke mana hidup akan membawa kita, tapi kita tahu siapa yang memegang tangan kita. Dan itu cukup untuk menumbuhkan damai, harapan, dan keyakinan untuk terus melangkah.

Selamat memasuki bulan yang baru

Tuhan Yesus Memberkati. Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post