Renungan harian
Selasa, 10 Maret 2026
Pembacaan Firman Tuhan : Markus 11:25
Salam Sejahtera,
Firman Tuhan dalam Markus 11:25 mengingatkan kita bahwa ketika kita berdiri untuk berdoa dan kita mengingat bahwa ada seseorang yang bersalah kepada kita, maka kita diminta untuk terlebih dahulu mengampuni orang tersebut supaya Bapa yang di sorga juga mengampuni kesalahan-kesalahan kita, sebuah ajaran yang sangat dalam dari Tuhan Yesus yang menunjukkan bahwa hubungan kita dengan Tuhan tidak dapat dipisahkan dari hubungan kita dengan sesama, sebab doa yang tulus kepada Tuhan lahir dari hati yang bersih, rendah hati, dan tidak menyimpan kebencian atau kepahitan terhadap orang lain.
Saudaraku,
Sering kali dalam kehidupan manusia ada luka, kekecewaan, atau kesalahan orang lain yang membuat hati menjadi sulit untuk mengampuni, tetapi melalui firman ini Tuhan Yesus mengajarkan bahwa pengampunan bukan sekadar perasaan melainkan keputusan iman untuk melepaskan kepahitan dan menyerahkan segala luka kepada Tuhan, karena ketika seseorang memilih untuk mengampuni maka hatinya dibebaskan dari beban kemarahan dan kepahitan, sehingga ia dapat datang kepada Tuhan dengan hati yang damai dan terbuka, serta menyadari bahwa setiap orang juga hidup oleh kasih karunia Tuhan yang sama, sebab sebagaimana kita membutuhkan pengampunan Tuhan setiap hari, demikian pula kita dipanggil untuk menjadi pribadi yang memberi pengampunan kepada sesama.
Saudaraku,
Oleh karena itu firman Tuhan hari ini mengajak kita untuk memeriksa hati kita sebelum datang kepada Tuhan dalam doa, apakah masih ada sakit hati, kemarahan, atau kepahitan yang kita simpan terhadap orang lain, sebab Tuhan rindu agar setiap orang percaya hidup dalam damai dan kasih, sehingga ketika kita belajar mengampuni dengan tulus maka hidup kita akan dipenuhi dengan ketenangan dan sukacita, dan doa-doa kita pun dinaikkan kepada Tuhan dengan hati yang bersih, penuh iman, dan penuh pengharapan kepada kasih serta pengampunan Allah yang selalu menyertai kehidupan kita. Amin




