Renungan harian
Kamis, 10 September 2026
Bacaan alkitab: Mazmur 73:26
Salam Sejahtera,
Ada saat-saat dalam kehidupan ketika tubuh terasa lemah, hati menjadi lelah, dan pikiran dipenuhi berbagai kekhawatiran. Kita mungkin merasa tidak lagi memiliki kekuatan untuk menghadapi keadaan yang ada. Pemazmur juga mengalami pergumulan seperti itu. Ia menyadari bahwa kekuatan manusia ada batasnya. Tubuh dapat menjadi lemah, hati dapat terluka, dan keadaan dapat berubah. Tetapi di tengah segala keterbatasan itu, ia menemukan satu kepastian: Tuhan tetap menjadi gunung batu dan bagiannya untuk selama-lamanya. Ketika kekuatan kita berkurang, Tuhan tidak pernah berkurang. Ketika kita merasa tidak sanggup, tangan Tuhan tetap menopang kita.
Saudaraku,
Ayat ini mengingatkan bahwa pengharapan kita tidak boleh hanya bergantung pada keadaan, kesehatan, keberhasilan, harta, atau kekuatan diri sendiri. Semua itu dapat berubah dan tidak selalu dapat kita kendalikan. Namun Tuhan tidak berubah. Ia tetap hadir ketika kita kuat maupun ketika kita lemah. Ia tetap dekat ketika hati kita bersukacita maupun ketika kita sedang menangis. Karena itu, ketika hari ini ada beban yang terasa berat, jangan merasa bahwa kita harus menghadapinya sendirian. Datanglah kepada Tuhan dan katakan, “Tuhan, aku mungkin tidak kuat, tetapi Engkau adalah kekuatanku. Aku mungkin tidak tahu apa yang akan terjadi, tetapi aku percaya Engkau tetap memegang hidupku.”
Saudaraku
Kiranya hari ini kita belajar bersandar lebih dalam kepada Tuhan. Mungkin tubuh kita memiliki keterbatasan, hati kita pernah mengalami luka, atau perjalanan hidup kita tidak selalu berjalan seperti yang diharapkan. Namun satu hal tidak berubah: Tuhan tetap menjadi tempat perlindungan dan bagian kita selama-lamanya. Jangan mengukur kasih Tuhan dari mudah atau sulitnya keadaan yang sedang kita jalani. Percayalah, sekalipun segala sesuatu terasa goyah, Tuhan tetap menjadi gunung batu yang teguh. Ketika kekuatan kita habis, kasih karunia-Nya tidak pernah habis; ketika hati kita lemah, tangan-Nya tetap menopang. Amin




