Renungan Harian
Rabu, 23 Juli 2025
Pembacaan Firman Tuhan: Efesus 4:32
Salam Sejahtera,
Dalam kehidupan sehari-hari, kita pasti pernah disakiti atau kecewa oleh orang lain. Reaksi manusiawi kita mungkin marah, menjauh, atau bahkan membalas. Namun, sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk merespons dengan cara yang berbeda yaitu dengan kasih dan pengampunan.Surat Efesus ditulis oleh rasul Paulus ketika ia berada dalam penjara di Roma. Surat ini ditujukan kepada jemaat di Efesus dan sekitarnya, dengan tujuan menguatkan mereka dalam iman dan menunjukkan bagaimana hidup sebagai umat yang telah diselamatkan oleh kasih karunia.
Saudaraku,
Pasal 4 dari kitab ini secara khusus berbicara tentang kehidupan baru dalam Kristus. Paulus menasihati jemaat agar meninggalkan cara hidup lama dan mengenakan manusia baru, yaitu hidup yang serupa dengan Kristus. Di ayat 32, ia menekankan pentingnya bersikap ramah, penuh kasih, dan saling mengampuni. Ini bukan hanya nasihat etika sosial, tetapi panggilan rohani yang bersumber dari kasih Allah sendiri. Kita diajak untuk mengampuni karena kita sendiri telah diampuni oleh Allah melalui pengorbanan Kristus. Mengampuni bukan berarti melupakan kesalahan orang lain, tetapi memilih untuk tidak membiarkan kepahitan menguasai hati kita. Ini adalah tindakan kasih yang mencerminkan karakter Kristus dalam hidup kita.
Saudaraku,
Ketika kita belajar untuk mengampuni dan mengasihi sesama, kita sedang mempraktekkan Injil dalam kehidupan nyata. Dunia membutuhkan lebih banyak orang yang menunjukkan kasih Kristus melalui tindakan nyata seperti kelembutan hati dan kesediaan untuk memaafkan. Mari kita renungkan Adakah seseorang yang perlu kita ampuni hari ini? Sebagaimana Kristus telah mengampuni kita, demikian juga hendaknya kita saling mengampuni. Amin




