Renungan Harian
Selasa, 22 Juli 2025
Pembacaan Firman Tuhan: 1 Yohanes 4:8
Salam Sejahtera,
Kasih adalah inti dari seluruh ajaran Kristen, dan ayat ini dari 1 Yohanes 4:8 menegaskan kebenaran mendalam bahwa Allah sendiri adalah kasih. Ungkapan “Allah adalah kasih” bukan sekedar menyatakan bahwa Allah mengasihi, melainkan menunjukkan bahwa kasih merupakan esensi dari keberadaanNya. Dari kasihNya lahirlah penciptaan, penebusan, pengampunan, dan hidup yang kekal bagi umat manusia. Surat 1 Yohanes ditulis pada masa gereja mula-mula sedang menghadapi berbagai tantangan, terutama dari ajaran sesat yang disebut Gnostisisme. Para pengajar sesat ini menyebarkan pandangan yang memisahkan antara tubuh dan roh, serta mengklaim memiliki pengetahuan rohani yang lebih tinggi daripada ajaran para rasul. Salah satu dampaknya adalah hilangnya kasih sejati dalam hidup jemaat. Rasul Yohanes menulis surat ini untuk menegaskan bahwa pengenalan akan Allah tidak hanya diukur dari pengetahuan, tetapi harus tercermin dalam hidup yang penuh kasih.
Saudaraku,
Ayat ini menjadi peringatan dan ajakan bagi setiap orang percaya bahwa jika kita mengaku mengenal Allah tetapi tidak mengasihi sesama, maka pengakuan kita adalah kosong. Mengasihi bukan pilihan tambahan bagi orang Kristen, tetapi bukti nyata bahwa kita hidup dalam terang dan berada dalam hubungan yang sejati dengan Allah. Kasih bukan sekadar perasaan atau niat baik, tetapi tindakan yang lahir dari hati yang telah diubahkan oleh kasih Kristus. Melalui ayat ini, kita diingatkan kembali bahwa dalam dunia yang penuh kebencian, kepentingan diri, dan penghakiman, kehadiran kasih sejati menjadi tanda kehadiran Allah sendiri. Maka sebagai pengikut Kristus, marilah kita menjadi cermin kasih itu bukan hanya kepada mereka yang mudah dikasihi, tetapi juga kepada mereka yang berbeda, yang sulit, dan bahkan yang memusuhi kita. Sebab dalam setiap tindakan kasih, kita menyatakan siapa Allah itu kepada dunia. Amin




