Renungan harian
Rabu, 30 Juli 2025
Pembacaan Firman Tuhan: Matius 6:34
Salam sejahtera,
Dalam kehidupan sehari-hari, kekhawatiran seringkali menjadi bagian yang sulit dihindari. Entah itu soal pekerjaan, keluarga, masa depan, atau keuangan, kita sering kali terbebani oleh apa yang belum terjadi. Namun, Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita untuk hidup dalam ketenangan dan percaya kepada pemeliharaan Allah, seperti yang tertulis dalam Matius 6:34. Injil Matius ditulis oleh Matius, seorang mantan pemungut cukai yang menjadi salah satu dari dua belas murid Yesus. Kitab ini ditujukan terutama kepada orang Yahudi dan bertujuan untuk menunjukkan bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan dalam Perjanjian Lama. Pasal 6 merupakan bagian dari Khotbah di Bukit, di mana Yesus mengajarkan prinsip-prinsip hidup dalam Kerajaan Allah, termasuk sikap terhadap kekayaan, doa, dan kekhawatiran.
Saudaraku,
Yesus tahu bahwa manusia mudah dikuasai oleh rasa takut dan cemas. Dalam Matius 6:34, Ia mengingatkan kita untuk fokus pada hari ini dan tidak terlalu mengkhawatirkan masa depan. Bukan berarti kita tidak boleh merencanakan, tetapi kekhawatiran yang berlebihan akan hal-hal yang belum tentu terjadi justru menguras tenaga dan melemahkan iman. Tuhan ingin kita percaya bahwa Dia memegang kendali penuh atas hidup kita. Seperti burung di udara dan bunga di padang yang Ia pelihara, apalagi kita, ciptaan-Nya yang paling berharga. Kekhawatiran tidak menambah umur kita justru dengan percaya kepada Tuhan, kita bisa menjalani hari dengan damai.
Saudaraku,
Ketika kekhawatiran mulai menguasai hati, kembalilah kepada janji Tuhan. Hiduplah satu hari pada satu waktu, dan percayalah bahwa kasih dan pemeliharaan-Nya cukup untuk setiap hari. Tuhan tidak menjanjikan hidup tanpa masalah, tetapi Dia menjanjikan penyertaan dan kekuatan setiap hari. Matius 6:34 mengajarkan kita untuk berhenti mengkhawatirkan hari esok dan mulai mempercayakan hidup sepenuhnya kepada Tuhan hari ini. Fokuslah menjalani hari ini dengan iman, sebab hari ini adalah anugerah. Hari esok? Biarlah Tuhan yang menanganinya. Amin




