SINODE GKLB Renungan Renungan harian Rabu, 26 November 2025

Renungan harian Rabu, 26 November 2025

Renungan harian Rabu, 26 November 2025

Pembacaan Firman Tuhan: Mazmur 92:6

Salam Sejahtera,

Mazmur 92:6 mengajak kita memulai renungan dengan hati yang dipenuhi kekaguman atas karya Tuhan. Ayat ini muncul dalam konteks pujian pada hari Sabat, ketika umat diajak berhenti sejenak dari kesibukan dan menengok kembali jejak tangan Tuhan dalam kehidupan mereka. Di tengah ritme hidup yang cepat, ayat ini mengingatkan kita bahwa sukacita sejati tidak bersumber dari keberhasilan pribadi ataupun keadaan yang ideal, tetapi dari pengenalan yang lebih dalam terhadap karya Tuhan yang begitu besar, penuh kasih, dan tidak pernah berhenti bekerja bagi umat-Nya.

 

Saudaraku,

Ketika pemazmur berkata bahwa ia “bergembira karena pekerjaan Tuhan”, ia menegaskan bahwa karya Tuhan bukan hanya hal-hal spektakuler atau mujizat besar, tetapi juga penyertaan yang lembut, pemeliharaan sehari-hari, perlindungan yang sering tidak kita sadari, dan pertolongan-pertolongan kecil yang mampu mengubah hidup kita. Pujian dan sorak-sorai yang muncul dari pemazmur adalah respons seorang yang mengamati hidup dengan mata iman ia melihat bahwa setiap peristiwa, kesulitan, dan kemenangan merupakan bagian dari karya tangan Tuhan yang penuh hikmat. Dengan cara yang sama, Mazmur 92:5 mendorong kita untuk lebih peka, lebih tenang, dan lebih bersyukur, karena ketika kita mulai menghitung pekerjaan Tuhan, kita akan menemukan alasan untuk bersukacita bahkan di tengah tekanan sekalipun.

 

Saudaraku,

Karena itu, Mazmur 92:5 menuntun kita untuk menjadikan syukur dan pujian sebagai gaya hidup, bukan sekadar respons sesaat ketika keadaan baik. Dengan menyadari bahwa pekerjaan Tuhan selalu mengandung kebaikan bagi kita, hati kita menjadi lebih damai, sikap kita lebih positif, dan iman kita lebih kokoh menghadapi tantangan. Ayat ini menutup renungannya dengan ajakan agar kita bersorak-sorai karena Tuhan sedang bekerja dalam diri kita, melalui kita, dan bagi masa depan kita sehingga hidup kita pun menjadi kesaksian bahwa sukacita sejati lahir dari pengenalan akan Allah yang setia dan karya-Nya yang tidak pernah berhenti menopang kehidupan umat-Nya. Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post