Renungan harian
Sabtu, 21 Februari 2026
Pembacaan Firman Tuhan: Lukas 18:27
Salam Sejahtera,
Dalam perjalanan hidup, kita sering diperhadapkan pada situasi yang terasa buntu, berat, dan seolah tidak memiliki jalan keluar. Saat harapan mulai menipis dan kemampuan manusia terasa terbatas, Firman Tuhan datang menguatkan kita. Dalam Lukas 18:27, Yesus berkata, “Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah.” Kalimat ini mengingatkan kita bahwa iman tidak bertumpu pada kekuatan diri, melainkan pada kuasa Allah yang tidak terbatas.
Saudaraku,
Yesus mengucapkan perkataan ini ketika manusia melihat sesuatu sebagai hal yang mustahil. Secara manusiawi, banyak persoalan hidup tidak dapat kita selesaikan: sakit yang tak kunjung sembuh, relasi yang retak, duka yang mendalam, atau masa depan yang terasa gelap. Namun Tuhan bekerja melampaui logika dan perhitungan manusia. Ayat ini mengajak kita untuk belajar berserah, percaya bahwa Allah sanggup membuka jalan bahkan ketika semua pintu tampak tertutup.
Saudaraku,
Renungan hari ini meneguhkan kita untuk tidak menyerah pada keadaan. Ketika kita merasa lemah dan tidak berdaya, justru di situlah kuasa Tuhan dinyatakan dengan sempurna. Mari kita melangkah hari ini dengan iman, menyerahkan segala ketidakmungkinan kepada Tuhan, dan percaya bahwa bagi Allah selalu ada pengharapan. Apa yang mustahil bagi kita, sungguh mungkin bagi-Nya. Amin.




