Renungan harian
Jumat, 16 Mei 202
Pembacaan Firman Tuhan : Filipi 2:5
Salam Sejahtera,
Pikiran kita menentukan arah hidup kita. Apa yang kita pikirkan, itulah yang kita rasakan, dan pada akhirnya memengaruhi apa yang kita lakukan. Karena itulah Rasul Paulus mengajak jemaat di Filipi (dan juga kita hari ini) untuk menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat dalam Kristus Yesus. Sebuah panggilan yang dalam, bukan hanya untuk berbuat baik, tetapi untuk berpikir seperti Kristus.
Saudaraku,
Yesus memiliki segala kuasa dan kemuliaan sebagai Allah, namun Ia tidak mempertahankan hak-Nya, melainkan merendahkan diri menjadi manusia, bahkan mati di kayu salib (Filipi 2:6-8). Pikiran Kristus adalah pikiran yang rela berkorban, taat, dan tidak egois. Di zaman yang menonjolkan kebebasan pribadi, pencapaian, dan pengakuan, pola pikir seperti Kristus bisa terasa asing dan berat. Tapi justru di situlah letak kekuatan hidup Kristen. Menjadi serupa dengan Kristus dimulai dari dalam bukan hanya dalam tindakan, tapi juga dalam cara berpikir
Saudaraku,
Ketika disakiti, kita memilih mengampuni.
Ketika tidak dimengerti, kita memilih mengerti.
Ketika ingin menyerah, kita memilih taat.
Ketika ingin marah, kita memilih kasih.
Menaruh pikiran Kristus berarti membiarkan Roh Kudus membentuk cara pandang kita hari demi hari. Ini bukan soal menjadi sempurna, tapi soal membiarkan Tuhan mengubah kita dari dalam diri kita.
Saudaraku,
Ketika hari ini kita belajar berpikir seperti Kristus, kita akan mulai hidup dengan damai, tidak mudah goyah oleh situasi, dan menjadi berkat bagi orang di sekitar kita. Tuhan Yesus Memberkati kita semua. Amin




